5 Jenis Gangguan Saraf Mata, Ada yang Bisa Menyebabkan Kebutaan

Apakah Bruver pernah membayangkan, kalau di dalam mata kita ada jutaan saraf mata yang terhubung satu sama lain? Saraf ini memiliki berbagai fungsi, mulai dari penglihatan sampai mengatur gerakan.

Sama seperti bagian mata lainnya, apabila tidak dijaga, saraf bisa terganggu bahkan rusak. Agar Teman Mata tetap waspada, MiBost bakal jelasin fungsi, jenis, dan gangguan saraf mata yang perlu diwaspadai.

Fungsi Saraf Mata

Di mata manusia, terdapat jutaan saraf mata yang terhubung satu sama lain. Saraf optik merupakan saraf kranial kedua dari 12 saraf kranial yang berperan penting dalam indera kita.

Umumnya, saraf mata terletak di bagian belakang setiap mata dan terhubung langsung ke otak. Jutaan saraf tersebut terhubung satu sama lain dan koneksinya bersifat satu arah.

Fungsi saraf mata adalah mengirimkan pesan visual ke otak untuk membantu kita melihat. Cara kerjanya pun cukup unik. Setiap pesan yang ditangkap oleh retina akan diubah menjadi sinyal listrik dan diteruskan ke saraf.

Nantinya, saraf mata berfungsi seperti kabel yang membawa sinyal-sinyal tersebut ke otak kita. Jadi, meskipun jumlahnya sangat banyak, saraf mata kita semuanya memiliki tugas yang sama yaitu mengirimkan pesan dari mata ke otak.

Beberapa Saraf Mata yang Perlu Diketahui

Beberapa Saraf Mata yang Perlu Diketahui

Meskipun berjumlah sangat banyak, saraf mata dibagi menjadi beberapa golongan yaitu:

1. Saraf Optik

Dalam dunia medis, saraf optik sering disebut sebagai nervus opticus atau cranial II. Jenis saraf ini berfungsi untuk menghubungkan retina ke otak untuk mengirimkan semua informasi visual.

Untuk cara kerjanya, sel fotoreseptor di retina mengubah cahaya menjadi sinyal listrik. Kemudian, saraf optik membawa sinyal ini sebagai impuls listrik ke korteks visual otak agar menjadi gambar yang bisa dilihat.

2. Saraf Otonom

Berbeda dengan saraf optik, saraf otonom berguna untuk mengatur mengatur gerakan otomatis mata, terutama pupil dan otot mata. Tipe saraf ini biasanya terdiri dari saraf simpatis dan parasimpatis yang dapat mengatur organ tubuh.

Di pupil, saraf otonom dapat mengontrol penyempitan dan pelebaran pupil untuk mengontrol jumlah cahaya yang masuk. Selain itu, golongan saraf ini dapat mengubah bentuk lensa mata agar fokus pada objek jauh atau dekat.

3. Saraf Motorik

Tidak hanya mengatur pesan visual, saraf kranial lainnya yaitu saraf kranial 3, 4, dan 6 juga termasuk saraf yang penting. Jenis saraf ini memiliki fungsi motorik yang dapat mengontrol gerakan otot mata.

Saraf okulomotor atau saraf kranial III dapat mengangkat kelopak mata dan mengatur pupil. Sementara itu, saraf troklear atau saraf kranial IV berguna untuk mengontrol otot oblik superior untuk gerakan mata ke bawah dan dalam.

Saraf motorik lain yang tak kalah pentingnya adalah saraf abdusen atau saraf kranial VI. Tipe saraf mata ini mampu mengontrol otot rektus lateral untuk gerakan mata ke samping atau menjauh dari hidung.

Jenis Gangguan Saraf Mata Yang Sering Terjadi

Gangguan Saraf Mata Yang Sering Terjadi

Nah, setelah Teman Mata tahu fungsi dan jenis saraf mata, mulai sekarang kamu juga harus menjaganya. Sama seperti bagian mata lain, saraf mata juga dapat rusak, sakit, dan terkena gangguan.

Ini MiBost rangkum beberapa jenis gangguan saraf mata yang sering terjadi dan harus diwaspadai:

1. Glaukoma

Glaukoma merupakan penyakit yang menyebabkan penumpukan tekanan di dalam bola mata. Apabila dibiarkan terus menerus, kondisi ini dapat merusak bagian penting di saraf mata.

Sayangnya, sebagian besar kasus glaukoma bersifat progresif, tidak menunjukkan gejala di awal, dan memburuk seiring waktu. Padahal, glaukoma dapat menyebabkan kehilangan penglihatan bahkan menjadi penyebab kebutaan terbesar kedua di dunia.

2. Atrofi Saraf Optik

Atrofi optik adalah penyusutan pada saraf akibat kerusakan jangka panjang pada serabut saraf optik. Kondisi ini dapat disebabkan beberapa hal, seperti bawaan lahir, tekanan dari dalam maupun luar saraf, adanya peradangan, infeksi, hingga trauma.

Pasien yang mengalami atrofi saraf optik umumnya mengalami beberapa gejala dalam penglihatan, seperti penglihatan kabur dan kesulitan dalam penglihatan tepi maupun warna. Atrofi optik tidak dapat dipulihkan dan pasien berisiko mengalami kehilangan penglihatan atau kebutaan.

3. Neuritis Optik

Neuritis optik merupakan peradangan yang menyebabkan saraf optik menjadi rusak. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri mata, perubahan penglihatan, bahkan hingga kehilangan penglihatan.

Umumnya, neuritis optik disebabkan oleh autoimun, infeksi, narkoba, maupun autoimun. Biasanya, pasien akan mengalami nyeri mata, penurunan ketajaman penglihatan, gangguan lapang pandang, hingga gangguan penglihatan warna.

4. Papiledema

Papiledema mengacu pada pembengkakan kedua diskus optik akibat peningkatan tekanan intrakranial. Kondisi ini dianggap sebagai keadaan darurat medis dan pasien berisiko mengalami kebutaan.

Jenis penyakit ini ditandai dengan beberapa gejala yaitu sakit kepala, gangguan penglihatan sementara, penglihatan ganda, mual, dan muntah. Nantinya, dokter akan memberikan meresepkan obat penghambat anhidrase karbonat maupun pembedahan.

5. Glioma Saraf Mata

Glioma saraf mata atau sering disebut glioma jalur optik sebenarnya termasuk jenis tumor otak. Jaringan ini tumbuh lambat dan muncul di dalam maupun di sekitar saraf optik yang menghubungkan mata ke otak.

Umumnya, jenis tumor ini terjadi pada anak-anak di bawah usia 10 tahun. Mereka yang mengalami penyakit ini akan mengalami gejala yang cukup serius, seperti masalah penglihatan, penonjolan bola mata, dan masalah hormonal.

Cara Menjaga Kesehatan Saraf Mata

Cara Menjaga Kesehatan Saraf Mata

Sekarang, Teman Mata sudah tahu kalau saraf mata bisa bermasalah dan dapat berakibat fatal. Sebelum terlambat, kamu bisa mengikuti cara menjaga kesehatan saraf mata berikut:

  • Lakukan pemeriksaan mata secara rutin. Meskipun Teman Mata tidak membutuhkan kacamata atau lensa kontak, sebaiknya rutin periksa mata minimal satu tahun sekali,
  • Memiliki dan mempertahankan berat badan yang ideal dan sehat agar terhindar dari komplikasi akibat diabetes,
  • Mengonsumsi berbagai makanan dan minuman yang kaya nutrisi untuk mata, seperti vitamin B1, B6, B12, dan mineral tembaga (copper),
  • Mengelola kondisi yang memengaruhi sirkulasi darah, kesehatan otak, penglihatan, dan saraf. Contoh penyakitnya adalah diabetes dan tekanan darah tinggi,
  • Berhenti merokok, baik rokok konvensional maupun vape untuk menjaga kesehatan saraf dan pembuluh darah mata,
  • Lindungi mata dengan kacamata pelindung saat kegiatan berisiko, seperti olahraga atau pekerjaan di luar ruangan.

Gangguan saraf mata sering datang tanpa banyak tanda, tapi dampaknya bisa terasa besar dalam aktivitas sehari-hari. Karena itu, Teman Mata wajib menjaga kesehatan sedini mungkin untuk mencegah gangguan kesehatan pada mata.

Kamu bisa mulai dari istirahat yang cukup, mengatur waktu layar, sampai memenuhi kebutuhan nutrisi yang mendukung fungsi mata. Kalau kamu ingin langkah sederhana yang praktis, kombinasikan pola hidup sehat dengan asupan nutrisi dari bahan alami, seperti dari suplemen Eyebost..

Vitamin mata ini hadir sebagai suplemen berbahan alami yang dirancang untuk membantu menjaga kesehatan mata. Jaga penglihatanmu sekarang juga, minum Eyebost secara rutin bikin mata lebih jernih!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Yuk pesan eyebost sekarang di eyebost.id agar mata makin sehat dan jernih
//
CS Anggie
Online
|
//
Konsultasi