Apakah Teman Mata termasuk orang yang punya mata minus tapi malas pakai kacamata? Di sekitar kita, banyak banget orang yang berpikir kalau minus cuma sedikit nggak perlu pakai kacamata.
Padahal, penderita rabun jauh yang nggak pakai kacamata justru bikin kondisinya makin parah dan mata tambah buram. Selain ada risiko minus bertambah, Teman Mata harus tahu bahaya mata minus tanpa kacamata yang dilakukan sehari-hari.
Akibat Mata Minus Tidak Pakai Kacamata

Penggunaan kacamata atau lensa kontak pada pasien rabun jauh sebenarnya bukan suatu “obat.” Keduanya merupakan alat yang dapat mengoreksi mata biar bisa melihat dengan lebih jelas.
Meskipun bukan termasuk obat, namun Teman Mata yang punya rabun jauh sebaiknya rutin menggunakan kacamata, ya. Apalagi buat kamu yang punya minus tinggi dan penglihatan sudah terlihat buram.
Pasien dengan mata minus yang tidak pakai kacamata dapat mengganggu aktivitas dan kegiatan sehari-hari. Di sisi lain, ada beberapa keluhan yang akan muncul, seperti mata tegang, lelah, dan sakit kepala.
Kondisi ini akan semakin berbahaya kalau kamu sedang melakukan aktivitas dengan fokus tinggi, seperti mengemudi maupun melakukan pekerjaan berisiko tinggi. Akibatnya, risiko kecelakaan lalu lintas maupun kecelakaan kerja akan meningkat.
Pada anak-anak, mereka mungkin akan mengalami kesulitan belajar dan perkembangannya cenderung melambat. Kalau tidak segera ditangani, anak akan cenderung mengalami penurunan prestasi akademik dan mengalami berbagai keluhan.
Bahaya Mata Minus Tidak Pakai Kacamata
Orang dengan mata minus yang tidak pakai kacamata akan memperburuk kondisi atau dalam bahasa lain berarti minus akan bertambah. Selain itu, ada berbagai komplikasi rabun jauh pada pasien yang mengoreksi atau mengobati mata minus.
Anak-anak dengan miopia yang tidak diobati dapat mengalami strabismus (mata juling) dan mata malas. Bedanya, penderita mata juling akan mengalami mata menunjuk ke arah berbeda, sedangkan pasien mata malas mengalami penglihatan yang tidak berkembang pada salah satu mata.
Bagi orang dewasa, rabun jauh yang parah dapat menyebabkan komplikasi, seperti glaukoma, katarak, hingga retina terlepas. Penderita mata minus yang terkena glaukoma akan mengalami peningkatan pada tekanan mata.
Sementara itu, pasien miopia dengan katarak pada lensa matanya akan ada bercak keruh. Dalam kondisi yang parah, retina mata bisa terlepas dan harus segera diatasi agar tidak terjadi kebutaan.

Apakah Rutin Pakai Kacamata Bikin Minus Naik?
Di sisi lain, banyak orang yang beranggapan kalau rutin pakai kacamata justru bisa bikin minus naik. Padahal, anggapan ini termasuk mitos dan sebaiknya Teman Mata tidak melakukannya, ya.
Dokter spesialis mata, Florence Manurung dalam Kompas.com mengatakan, penderita mata minus yang tidak pakai kacamata cenderung akan memicingkan mata. Cara ini dilakukan untuk memaksa mata agar dapat melihat objek jauh.
Menurut Florence, pasien minus yang sering memicingkan mata justru akan menambah ukuran kacamatanya. Hal ini terjadi karena lensa mata akan berakomodasi lebih keras, sehingga bola mata semakin panjang dan minus bertambah.
Kondisi ini dapat dialami oleh anak-anak maupun dewasa. Jadi, kesimpulannya adalah memakai kacamata tidak menyebabkan minus mata bertambah.
Sebaliknya, minus mata justru akan bertambah kalau melakukan kebiasaan yang buruk. Contohnya, melihat gadget dalam jarak dekat, membaca non-stop, dan punya screen time yang tinggi.
Cara Mencegah Minus Tambah Tinggi

Meskipun tidak ada obat untuk rabun jauh, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendukung kesehatan mata, yaitu:
- Batasi screen time atau waktu melihat layar pada perangkat digital
- Istirahatlah sejenak dari layar untuk meregangkan otot mata. Kamu bisa menggunakan teknik 20-20-20 atau setelah 20 menit, lihat benda berjarak 20 kaki (6 meter) selama 20 detik
- Jangan membaca atau bekerja dalam ruangan yang redup
- Saat beraktivitas di luar ruangan, pakai kacamata yang khusus melindungi mata dari sinar matahari
- Gunakan alat pelindung mata saat melakukan olahraga atau pekerjaan yang berisiko cedera
- Berhentilah merokok
- Lakukan pemeriksaan mata secara teratur.
Bukan cuma didukung kebiasaan sehat, Teman Mata juga bisa menjaga mata dari asupan vitamin yang ada di makanan. Nutrisi tertentu, misalnya vitamin A, C, E, lutein, dan zeaxanthin termasuk zat gizi yang baik untuk mata.
Vitamin A merupakan nutrisi penting untuk menentukan kualitas penglihatan dalam kondisi minim cahaya, sementara vitamin C adalah antioksidan alami yang mampu melawan radikal bebas di mata.
Mirip seperti vitamin C, vitamin E merupakan zat yang dapat melindungi asam lemak esensial dari oksidasi. Di sisi lain, lutein dan zeaxanthin termasuk zat yang dapat menyaring cahaya biru yang masuk ke mata.
Lima nutrisi ini bisa didapatkan dari sayuran, buah, kacang-kacangan, protein hewani, maupun protein nabati yang ada di sekitar kita. Nah, kalau mau perlindungan mata makin maksimal, Teman Mata bisa mengonsumsi suplemen mata seperti Eyebost.
Eyebost dibuat dari ekstrak billbery, marigold, dan wortel yang mengandung lima nutrisi penting untuk mata. Selain itu, suplemen ini sudah mendapatkan izin edar dari BPOM dan sertifikat halal MUI.
Untuk anak-anak minimal 2 tahun hingga lansia, MiBost saranin buat konsumsi Eyebost Essential. Tapi kalau mau perlindungan yang lebih ekstra, kamu bisa konsumsi Eyebost Essential Pro dengan takaran yang tepat.
Kalau mau beli Eyebost, jangan lupa checkout di eyebost.id/store atau e-commerce resmi, ya. Ingat mata, ingat Eyebost!


