30 Jenis Penyakit Mata pada Manusia, Berikut Gejalanya

Teman Mata pasti setuju kalau mata adalah salah satu investasi terbesar dari tubuh? Setiap harinya, kita melihat dunia dan mengerjakan aktivitas dengan bantuan mata sebagai indera penglihatan.

Tapi, Teman Mata juga harus waspada dengan berbagai jenis penyakit mata yang dapat menyerang kapan saja kalau kesehatan tidak dijaga. Lalu, apa saja penyakit mata yang dapat menyerang manusia?

30 Jenis Penyakit Mata

Saat ini ada berbagai jenis penyakit mata yang dapat terjadi pada anak-anak hingga lansia. Kondisinya pun sangat beragam, mulai dari yang ringan, menengah, hingga kronis dan perlu perawatan segera plus khusus. MiBost bakal rangkumkan 30 jenis penyakit mata yang paling sering dialami:

  1. Ablasi retina: kondisi ketika lapisan jaringan peka cahaya (retina) terlepas dari bagian belakang mata,
  2. Astigmatisme: kelainan ketika mata atau lensa memiliki bentuk yang tidak teratur dan membuat penglihatan menjadi kabur atau terdistorsi,
  3. Bintitan (Stye): munculnya benjolan di bawah kelopak mata atau pangkal bulu mata akibat kelenjar minyak terinfeksi bakteri,
  4. Blefaritis: peradangan yang terjadi pada kelopak mata yang menjadi merah atau berwarna gelap, bengkak, dan bersisik,
  5. Buta warna: kondisi ketika kesulitan atau tidak mampu membedakan warna tertentu atau seluruhnya, 
  6. Degenerasi makula terkait usia (AMD): penyakit mata yang ditandai dengan kerusakan pada makula dan dapat mengaburkan penglihatan sentral,
  7. Edema makula: penumpukan cairan di bagian tengah retina (makula) yang menyebabkan pembengkakan,
  8. Endoftalmitis: infeksi serius pada cairan dalam mata yang dapat mengancam penglihatan,
  9. Floaters: adanya bintik-bintik kecil yang terlihat melayang atau mengapung di penglihatan,
  10. Glaukoma: penyakit yang menyebabkan meningkatnya tekanan di dalam bola mata dan merusak saraf optik,
  11. Katarak: kekeruhan pada lensa mata dan secara kasat mata, bagian pupil yang berwarna cokelat menjadi putih keruh,
  12. Keratitis: peradangan pada kornea karena kesalahan dalam penggunaan lensa kontak,
  13. Kerutan makula: kerutan pada retina akibat jaringan parut yang menyebabkan penglihatan kabur atau terdistorsi,
  14. Lubang makula: adanya lubang atau cacat ketebalan penuh pada makula yang menyebabkan pasien tidak bisa melihat dengan jelas, terutama pada bidang penglihatan tengah,
  15. Mata juling (Strabismus dan Nistagmus): kondisi ketika salah satu mata mengarah ke arah yang berbeda dari mata lainnya,
  16. Mata malas (Ambliopia): kondisi ketika penglihatan pada satu mata tidak berkembang dengan baik, terutama saat masa kanak-kanak,
  17. Mata merah (Konjungtivitis): peradangan pada jaringan tipis bening yang melaipis bagian putih mata (konjungtiva) dan ditandai dengan mata berwarna merah atau merah muda,
  18. Penyakit Mata Tiroid: kelainan peradangan yang memengaruhi jaringan sekitar mata pada pasien dengan autoimun yang menyerang kelenjar tiroid,
  19. Penyakit Retinoblastoma: jenis kanker mata yang bermula dari retina dan paling umum terjadi pada anak-anak,
  20. Penyakit Stargardt: kondisi genetik yang memengaruhi dan merusak makula serta bagian samping retina
  21. Presbiopia: hilangnya kemampuan mata secara bertahap untuk fokus pada objek di dekatnya,
  22. Rabun ayam (Nyctalopia): kondisi ketika kesulitan melihat di tempat yang kurang cahaya, terutama ketika senja atau malam hari,
  23. Rabun dekat (Hipermetropi): kondisi mata yang menyebabkan penglihatan kabur saat melihat benda dari jarak dekat,
  24. Rabun jauh (Miopia): kondisi mata yang menyebabkan penglihatan kabur saat melihat benda dari jarak jauh,
  25. Retinitis pigmentosa: sekelompok penyakit mata bawaan yang memengaruhi retina,
  26. Retinopati diabetik: kerusakan pada pembuluh darah di retina yang disebabkan oleh diabetes,
  27. Selulitis: infeksi bakteri atau jamur yang dapat menyerang kulit dan mata, terutama kelopak dan bola mata,
  28. Sindrom Mata Kering: kondisi ketika mata tidak dapat memproduksi cukup air mata sebagai pelumas untuk mata,
  29. Sindrom Usher: kelainan bawaan langka yang menyebabkan hilangnya penglihatan, pendengaran, dan terkadang menyebabkan masalah keseimbangan,
  30. Uveitis: peradangan pada lapisan tengah mata (ueva) yang bisa memengaruhi salah satu atau kedua mata secara bersamaan.

Jenis Penyakit Mata Berat dan Gambarnya

Di antara 30 penyakit mata yang sudah disebutkan MiBost, ada beberapa penyakit mata berat yang harus dicegah dan diwaspadai mulai sekarang. Sekarang MiBost bakal spill daftar penyakit mata berat yang lengkap dengan gambarnya:

1. Degenerasi makula terkait usia

ilustrasi degenerasi makula terkait usia

Degenerasi makula terkait usia (AMD) merupakan penyakit mata akibat penuaan yang menyebabkan kerusakan pada bagian tengah mata (makula). Meskipun termasuk salah satu penyakit mata berat, namun AMD merupakan kondisi umum yang terjadi pada orang dewasa menuju lansia.

Jenis penyakit ini tidak menyebabkan kebutaan total. Namun, penderitanya akan kesusahan untuk melihat wajah, membaca, mengemudi, atau melakukan berbagai pekerjaan jarak dekat, seperti memasak dan memperbaiki barang di sekitar rumah.

Penyakit ini bisa muncul lebih cepat atau berkembang sangat lambat, tergantung pada kondisi masing-masing pasien. Pasien yang menderita AMD akan menerima obat anti-VEGF yang disuntikkan dokter dan terapi fotodinamik, yaitu kombinasi suntikan dan perawatan laser.

2. Retinopati diabetik dan hipertensi

ilustrasi retinopati diabetik dan hipertensi

Retinopati merupakan istilah umum untuk penyakit yang terjadi pada retina. Artinya, retinopati diabetik merupakan komplikasi diabetes, sedangkan retinopati hipertensi disebabkan oleh tekanan darah tinggi (hipertensi) yang keduanya menyerang mata.

Meskipun sama-sama menyebabkan retinopati, namun kedua penyakit ini punya beberapa perbedaan. Pasien retinopati hipertensi akan merasakan gejala penglihatan kabur dan sakit kepala, sedangkan penderita retinopati diabetes ada gejala lain seperti peningkatan jumlah floaters, adanya area gelap atau kosong, dan perubahan penglihatan yang datang dan pergi.

Lalu untuk retinopati hipertensi, satu-satunya pengobatan yang dapat dilakukan adalah mengelola tekanan darah tinggi. Sementara itu, pasien retinopati diabetes harus mendapat perawatan berupa suntikan mata, terapi laser, atau operasi.

3. Glaukoma

ilustrasi glaukoma

Dalam dunia medis, glaukoma adalah penyakit mata yang menyebabkan tekanan menumpuk di dalam bola mata. Kondisi ini dapat merusak bagian-bagian penting di belakang mata yang cukup rapuh.

Penderita glaukoma tidak langsung kehilangan penglihatannya (buta) karena penyakit ini berkembang secara bertahap. Karena itulah banyak orang nggak menyadari dan hingga saat ini, glaukoma menjadi penyebab kebutaan terbanyak kedua di dunia.

Untuk pengobatannya, dokter akan memberikan beberapa obat-obatan khusus untuk menurunkan tekanan di mata. Selain itu, operasi glaukoma bisa menjadi pilihan lain agar pasien glaukoma bisa sembuh.

4. Katarak

ilustrasi katarak

Katarak adalah kekeruhan yang terbentuk pada lensa mata karena kerusakan protein secara bertahap. Di Indonesia, katarak merupakan penyebab kebutaan tertinggi pada usia 50 tahun ke atas.

Mereka yang menderita katarak akan merasakan berbagai gejala, seperti penglihatan berkabut, terlalu peka dengan sinar matahari, kesulitan melihat, hingga penglihatan ganda. Saat ini, operasi katarak merupakan salah satu paling aman dan umum yang dapat diambil utnuk mengobatinya.

5. Keratitis

ilustrasi keratitis

Keratitis atau radang kornea adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi maupun non-infeksi. Kalau dibiarkan tanpa diobati, keratitis dapat menyebabkan ulkus kornea atau luka terbuka yang dapat menyebabkan kebutaan. 

Orang yang terkena penyakit ini akan merasakan nyeri mata, kemerahan, mata berair, fotofobia, dan susah membuka kelopak mata. Keratitis dapat terjadi karena cedera mata, penggunaan lensa kontak, ada benda asing, sampai terpapar sinar UV.

6. Uveitis

ilustrasi uveitis

Penyakit ini merupakan peradangan pada lapisan tengah mata atau biasa disebut uvea. Walaupun termasuk penyakit mata berat, namun setiap tahun ada 4 juta kasus uveitis yang tersebar di seluruh dunia.

Penyebab uveitis juga cukup beragam, yaitu infeksi, cedera mata, autoimun, inflamasi pada tubuh, hingga penggunaan obat-obatan tertentu. Meskipun termasuk peradangan, namun uveitis tidak termasuk penyakit mata yang menular.

Apabila tidak ditangani dengan tepat, uveitis dapat menyebabkan katarak, edema makula kistoid, ablasio retina, glaukoma, sampai kerutan makula. Untuk mengobatinya, dokter akan memberikan obat-obatan, misalnya steroid dan obat anti-inflamasi non-steroid.

Tips Merawat Mata dengan Eyebost

Untuk menjaga kesehatan mata secara optimal, Teman Mata juga harus menerapkan berbagai kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Selain istirahat yang cukup dan membatasi waktu layar, asupan nutrisi yang tepat juga memegang peranan krusial. 

Eyebost hadir sebagai vitamin mata yang diformulasikan khusus untuk membantu mencegah berbagai gangguan dan penyakit mata. Multivitamin ini dibuat dari berbagai bahan alami dengan kualitas tinggi dan diolah menggunakan teknologi modern.

Vitamin mata Eyebost dibuat dari ekstrak bilberry, wortel, dan marigold yang kaya akan antioksidan untuk melindungi sel-sel mata dari kerusakan akibat radikal bebas. Kandungan antioksidan tinggi ini sangat bermanfaat untuk menjaga fungsi penglihatan tetap prima dan mengurangi risiko degenerasi mata. 

Biar terhindar dari berbagai penyakit mata, mengonsumsi Eyebost secara teratur dapat menjadi investasi jangka panjang untuk kesehatan mata Anda. Ingat mata, ingat Eyebost!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Yuk pesan eyebost sekarang di eyebost.id agar mata makin sehat dan jernih
//
CS Anggie
Online
|
//
Konsultasi