Pernah merasa pandangan mulai buram saat matahari tenggelam? Atau sulit membedakan objek saat senja datang, padahal siangnya masih bisa melihat dengan jelas? Kalau Teman Mata mengalaminya, bisa jadi itu gejala awal rabun senja.
Penyakit rabun senja memang bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak sampai dewasa. Meskipun sering diremehkan, tapi masalah ini bisa mengganggu aktivitas harian sampai menyebabkan kebutaan.
Di artikel ini, MiBost bakal bahas soal rabun senja dan cara mencegahnya, terutama buat pekerja yang sering shift malam. Jangan lupa disimak baik-baik, ya!
Tantangan Penglihatan bagi Pekerja Shift Malam
Di malam hari, mata harus diistirahatkan karena akan memulihkan diri aktivitas dan menghindarkan mata dari kelelahan. Tapi, bagaimana kalau Teman Mata termasuk pekerja shift malam?
Sebenarnya bekerja shift malam, kebiasaan ini sebenarnya kurang bagus untuk kesehatan tubuh. Pekerja shift malam berisiko terkena penyakit jantung, stroke, hingga kanker. Selain itu, gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan juga mengancam pekerja shift malam.
Bukan cuma kesehatan tubuh, kesehatan mata juga akan terganggu hingga berisiko terkena rabun senja. Penelitian terbaru pada 2023 menyebut, pekerja shift malam lebih berisiko menderita mata kering. Apalagi paparan blue light dari gadget juga bikin mata semakin nggak sehat dan lebih gampang terkena gangguan mata.
Untuk orang-orang yang punya kondisi kesehatan khusus, seperti diabetes, bekerja shift malam tidak baik untuk tubuh. Saat begadang, tubuh akan lebih banyak memproduksi hormon kortisol yang memengaruhi kerja insulin dan menganggu jam biologis tubuh.
Kalau kondisi ini dibiarkan, diabetes akan semakin memburuk dan berisiko terkena rabun senja. Orang yang punya gangguan penglihatan lain seperti rabun jauh (mata minus), glaukoma, katarak, dan retinitis pigmentosa juga tidak disarankan bekerja di shift malam.
Apakah Benar Penyebab Rabun Senja karena Kekurangan Vitamin A?

Sebelumnya, MiBost sudah bahas soal rabun senja yang menjadi risiko pekerja shift malam. Apalagi, pekerja shift malam cenderung kurang mendapatkan asupan nutrisi degan baik yang berisiko kekurangan vitamin A.
Padahal, kekurangan vitamin A bisa berbahaya banget buat mata dan menyebabkan rabun senja. Jenis vitamin ini bisa memproduksi pigmen tertentu agar retina mata bisa menangkap cahaya dengan baik.
Mata juga butuh vitamin A untuk menutrisi bagian mata lain seperti kornea dan menjaga kelembabannya. Kekurangan vitamin A pada pekerja shift malam dapat menyebabkan rabun senja dan kerusakan sistem kekebalan tubuh.
Kekurangan vitamin A yang sudah parah bisa membuat konjungtiva mengering dan muncul ulkus kornea (luka terbuka). Kalau kondisi ini tidak diobati, penderitanya berisiko mengalami kebutaan.
Mencegah Rabun Senja pada Pekerja Shift Malam

Meskipun harus berhati-hati, Teman Mata yang bekerja shift malam jangan khawatir menderita rabun senja. Penyakit mata ini sebenarnya bisa dicegah sedini mungkin meskipun tetap beraktivitas di malam hari.
Untuk mencegah rabun senja, Teman Mata yang sering begadang untuk bekerja disarankan untuk melakukan pemeriksaan secara teratur. Selama pemeriksaan, dokter akan melihat struktur mata dengan alat yang menggunakan teknik pencitraan khusus.
Buat yang punya diabetes, mengontrol kadar gula darah biar nggak melonjak tinggi bisa mencegah rabun senja. Olahraga sebanyak tiga kali seminggu dapat menurunkan tekanan mata sekaligus gula darah yang berguna agar terhindar dari rabun senja.
Menggunakan kacamata yang bisa menyaring blue light saat shift malam bakal berguna banget buat para pekerja. Tapi yang terpenting, Teman Mata harus beristirahat dengan cukup setelah melakukan shift malam.
Jika ingin diimbangi dari segi nutrisi, disarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi vitamin A yang mudah ditemukan sehari-hari. Berbagai makanan berwarna kuning, jingga, dan merah seperti wortel, mangga, labu, dan melon bagus adalah contoh buah kaya vitamin A.
Berbagai sayuran berdaun hijau, misalnya sawi hijau dan bayam serta produk protein hewani, contohnya susu dan telur juga kaya akan vitamin A. Kombinasi dari berbagai gaya hidup sehat ini kalau dilakukan secara terus menerus dan rutin bisa mencegah rabun senja.
Cara Mengatasi Rabun Senja
Tadi MiBost sudah bahas soal salah satu penyebab rabun senja adalah karena kekurangan vitamin A. Buat Teman Mata yang sudah terlanjur menderita rabun senja, disarankan untuk mengonsumsi suplemen vitamin A.
Biasanya, dokter akan memberikan vitamin A dosis tinggi selama beberapa hari hingga masalah penglihatan membaik. Jenis vitamin ini dapat membantu mengatasi rabun senja karena produk ini dapat melumasi mata.
Tapi, Teman Mata nggak disarankan mengonsumsi suplemen vitamin A dengan dosis tinggi dalam jangka panjang. Untuk menjaga sekaligus membantu mengatasi rabun senja, coba minum suplemen vitamin A dalam dosis yang cukup.
Salah satu suplemen mata dengan kandungan vitamin A yang bagus untuk mata adalah dua produk dari Eyebost, yaitu Eyebost Essential dan Eyebost Essential Pro. MiBost sarankan untuk mengonsumsi suplemen ini karena Eyebost terbuat dari bahan alami.
Vitamin A dalam Eyebost didapatkan dari ekstrak wortel dan bunga marigold dengan kualitas tinggi. Selain vitamin A, Eyebost juga mengandung nutrisi lain yaitu vitamin C, E, lutein, dan zeaxanthin yang bagus untuk kesehatan mata.
Buat anak-anak, remaja, dan dewasa tanpa kondisi khusus, MiBost sarankan untuk mengonsumsi Eyebost Essential untuk sehari-hari. Bukan cuma bermanfaat, Eyebost Essential punya rasa enak yang bisa dikonsumsi hampir semua usia.
Untuk Teman Mata yang menderita diabetes dan rabun senja, Eyebost Essential Pro lebih cocok karena ekstrak bahan alami dengan konsentrasi yang lebih padat. Suplemen ini cocok buat yang ingin mendapatkan manfaat maksimal setiap harinya.

Penglihatan Optimal di Segala Kondisi Cahaya dengan Eyebost
Pekerja shift malam yang nggak menderita rabun senja sebaiknya mengonsumsi Eyebost secara rutin. Suplemen ini mengandung lutein, zeaxanthin, dan vitamin A yang mampu meningkatkan kerajaman penglihatan.
Lutein yang ada di Eyeobst diambil dari ekstrak bilberry, buah kaya antioksidan yang bermanfaat untuk mata. Komponen ini akan berperan untuk mempertajam penglihatan, mengurangi silau, sampai menurunkan risiko gangguan penglihatan.
Di sisi lain, zeaxanthin sama-sama membuat penglihatan lebih tajam, meningkatkan fungsi makula, dan melindungi mata dari cahaya biru. Kandungan yang didapatkan dari ekstrak wortel dan bunga marigold ini cocok untuk Teman Mata yang menatap layar komputer lebih dari 8 jam sehari.
Jadi, Teman Mata yang mengonsumsi Eyebost akan mendapatkan berbagai manfaat sekaligus untuk mata, termasuk penglihatan optimal di berbagai kondisi cahaya, mulai dari redup sampai terang.
Soal keamanan produk pun nggak perlu diragukan lagi. Eyebost 100% aman dikonsumsi karena sudah dapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Asalkan diminum dengan cara konsumsi yang baik dan dosis yang tepat, Eyebost bakal bermanfaat banget untuk penderita rabun senja.


