Setiap mata terasa gatal atau kering, kita pasti terpikirkan untuk memakai obat tetes mata. Maklum saja, tipe obat ini memang mudah ditemui dan memberikan efek yang instan untuk beberapa kondisi.
Namun, walaupun bisa menyembuhkan mata secara instan, tapi kamu nggak boleh memakai obat tetes mata dalam jangka panjang. Soalnya, ada berbagai efek samping yang akan terjadi kalau kamu sering memakai golongan obat ini.
Biar Teman Mata lebih paham, yuk simak artikel ini!
Efek Samping Obat Tetes Mata

Meskipun punya efek yang paling cepat di antara obat lainnya, Teman Mata tidak disarankan memakai obat tetes mata tiap hari tanpa pengawasan dokter. Soalnya, ada beberapa efek samping obat tetes mata yang perlu dihindari, yaitu:
1. Menutupi Kondisi Dasarnya
Teman Mata sadar nggak, kalau obat tetes mata yang kamu pakai selama ini hanya mengobati gejala dari suatu kondisi? Misalnya, obat jenis ini hanya melembapkan mata yang kering atau kemerahan tetapi tidak mengobati mata kering akibat air mata menguap terlalu cepat.
Jadi, jenis pengobatan ini tidak dapat menyembuhkan penyakit yang sedang kamu alami. Dalam artian lain, obat tetes mata hanya menyembunyikan gejala sementara penyakitnya akan tetap ada atau bahkan memburuk.
2. Memperburuk Masalah
Apakah Teman Mata sudah tahu, beberapa penyakit memunculkan gejala yang mirip di mata kita? Contohnya, orang dengan mata kering dan pasien glaukoma sama-sama mengalami nyeri.
Nah, kondisi ini terkadang disalah pahami dan kita akan langsung menggunakan tetes mata anti-nyeri. Padahal, meskipun ada gejala yang sama, namun pemakaian obat yang salah dapat memperburuk kondisi mata.
3. Bahan Pengawet Berpotensi Menyebabkan Iritasi
Sebagian besar obat tetes mata yang dijual bebas di pasaran mengandung pengawet untuk memperpanjang mata simpan. Sayangnya, beberapa bahan kimia ini berpotensi mengiritasi mata.
Oleh karena itu, tetes mata yang mengandung pengawet disarankan untuk dipakai tidak lebih dari 4 dosis dalam sehari. Namun, untuk penggunaan jangka panjang, sebaiknya gunakan tetes mata tanpa pengawet dan selalu konsultasikan dengan dokter.
4. Menyebabkan Iritasi Hingga Kerusakan Permanen
Dokter spesialis mata Yulia Primitasari dalam laman resmi Universitas Airlangga mengimbau untuk berhati-hati dalam menggunakan obat tetes mata. Terlebih kalau Teman Mata menggunakan obat tetes mata yang mengandung steroid.
Apabila dipakai terus menerus, tetes mata steroid dapat menyebabkan perubahan pada area pembuangan cairan di bola mata. Hasilnya, tekanan bola mata justru semakin tinggi dan berbahaya untuk penglihatan.
Mata akan iritasi ringan hingga kerusakan permanen akibat glaukoma. Biasanya, kasus seperti ini terjadi apabila pasien menggunakan tetes mata steroid tanpa resep dan pengawasan langsung dari dokter mata.
5. Berpotensi Terjadi Kontaminasi
Saat menetes mata, terkadang ujung botolnya akan menyentuh mata atau permukaan benda lain. Ternyata, hal sepele ini bisa berbahaya karena obat bisa terkontaminasi dengan bakteri, virus, jamur, maupun parasit.
Kalau sudah ada kontaminasi, bukannya sembuh, mata justru berpotensi semakin parah atau terkena penyakit lain. Apalagi, kontaminasi ini juga bisa menular ke orang lain, terutama kalau orang lain juga memakai obat tetes mata dari kemasan yang sama.
Cara Memutihkan Mata Merah Alami

Sekarang, Teman Mata sudah tahu efek samping dan bahaya menggunakan obat tetes mata terlalu sering. Sebelum menggunakannya, kamu bisa melakukan beberapa cara alami terlebih dahulu.
Berbagai tips ini dilakukan untuk membantu mengatasi mata merah alami dengan mengubah kebiasaan sehari-hari. Berikut cara memutihkan mata merah secara alami:
1. Kompres Air Hangat
Suhu hangat yang ada di kompres bisa meningkatkan aliran darah ke mata. Selain itu, cara ini juga dapat meningkatkan produksi minyak pada kelopak mata untuk meringankan mata merah.
Untuk menggunakannya, kamu bisa merendam handuk dengan air hangat. Setelah itu, peras sampai tidak terlalu basah dan letakkan di area mata. Kompres selama 10 menit dan ulangi cara ini sampai mata sembuh.
2. Kompres Air Dingin
Kalau kompres air hangat nggak berhasil, kamu bisa mencoba menggunakan kompres dengan air dingin. Cara ini bisa meredakan pembengkakan, mengurangi rasa gatal, dan membantu mengatasi mata merah.
Teman Mata dapat merendam handuk dengan air dingin dan dikompres selama 10 menit. Namun, pastikan kamu tidak memakai air dengan suhu terlalu dingin agar mata merah tidak semakin parah.
3. Batasi Penggunaan Lensa Kontak
Mata merah yang terjadi dalam waktu sangat lama bisa saja terjadi karena penggunaan lens kontak. Soalnya, beberapa bahan tertentu dalam lensa kontak dapat meningkatkan risiko infeksi atau iritasi.
Selain itu, larutan yang ada di lensa kontak juga dapat memengaruhi mata. Beberapa bahan dalam larutan berpotensi tidak cocok dengan bahan yang ada di lensa, sehingga dapat menyebabkan iritasi.
Sebaiknya, segera ganti lensa kontak yang sudah kedaluwarsa, menghindari bahan yang menyebabkan iritasi, dan rutin membersihkan lensa. Batasi penggunaan lensa maksimal 12 jam per hari atau ganti dengan lensa yang paling cocok untuk mata.
4. Perhatikan Makanan dan Minuman yang Dikonsumsi
Teman Mata sudah tahu belum, kalau mata yang merah dan kering bukan cuma terjadi karena iritasi? Bisa jadi, kondisi ini adalah salah satu tanda kalau tubuh kekurangan cairan atau hidrasi.
Makanya, biar mata tetap lembap, coba rutin mengonsumsi 8-10 gelas air setiap hari. Bukan hanya itu, hindari makanan yang memicu peradangan seperti makanan olahan, produk susu, maupun makanan cepat saji.
Buat perawatannya, coba konsumsi makanan kaya asam lemak omega-3 seperti ikan kembung, salmon, sarden, biji chia, dan edamame. Berbagai bahan alami ini dapat membantu mengurangi peradangan dari dalam.
5. Hindari Pemicu Mata Merah
Secara tidak langsung, lingkungan juga dapat memengaruhi mata. Kalau mata terus menerus berada di lingkungan yang penuh alergen seperti asap, debu, dan serbuk sari, mata akan lebih sering merah.
Lingkungan yang kurang sehat seperti ada udara kering, berangin, dan kurang lembap juga dapat memicu mata merah. Makanya, Teman Mata disarankan untuk menggunakan humidifier dan air purifier untuk mencegah mata merah akibat faktor lingkungan.
Alternatif Obat Tetes Mata

Jika mata masih merah dan terasa kering, kamu bisa mencoba beberapa alternatif obat tetes mata berikut ini:
1. Kompres dengan Kantung Teh
Menurut sebuah studi kecil pada 2024, kafein dalam teh hitam dan teh hijau dapat membantu mengurangi pembengkakan dan kemerahan. Zat ini dapat menyempitkan pembuluh darah di dalam jaringan yang ada di sekitar mata.
Di sisi lain, teh hitam dan teh hijau menganduk flavonoid dan tanin, dua antioksidan yang memiliki efek anti-inflamasi. Bahan alami ini juga mampu memberikan kesegaran saat mata kemerahan dan perih.
Untuk memanfaatkannya, Teman Mata bisa menempelkan kantong teh yang sudah dingin di mata tertutup. Diamkan selama 15-30 menit dan berikan tekanan lembut atau pijat di area sekitar mata untuk mengurangi bengkak.
2. Gunakan Mentimun
Kalau Teman Mata masih ingin alternatif lain, coba manfaatkan timun untuk mendinginkan sekaligus melembapkan mata. Tak hanya itu, timun dapat mengurangi pembengkakan, menenangkan kulit, dan kaya antioksidan.
Sayuran ini memang tidak menyembuhkan mata merah secara langsung. Namun, rutin mengompres mata dengan timun dapat membuat mata lebih rileks sekaligus membantu meredakan iritasi.
3. Memanfaatkan Larutan Saline
Larutan garam steril atau saline adalah campuran garam dan air yang biasa digunakan untuk kebutuhan medis. Kalau di rumah sakit, biasanya cairan ini digunakan untuk membersihkan luka atau membilas sinus.
Nah, cairan ini dapat dimanfaatkan untuk membilas mata merah karena kelilipan serangga, debu, atau partikel lain. Sebaiknya, beli larutan saline di apotek resmi yang menyediakan peralatan medis dan kesehatan.
Jadi, jangan sampai Teman Mata membuat larutan garam buatan sendiri di rumah. Cairan ini justru tidak aman digunakan, tidak bersih, dan berpotensi menyebabkan infeksi mata semakin parah.
Cara Merawat Mata dari Dalam
Sekarang, Teman Mata sudah tahu cara mengatasi mata merah. Tapi, kamu bisa merawat mata dari dalam dengan cara berikut:
1. Mengonsumsi Makanan Kaya Nutrisi
Kesehatan mata yang baik dimulai dari makanan penuh nutrisi yang rutin dikonsumsi. Untuk menjaga penglihatan kita, kamu butuh asam lemak omega-3, lutein, zeaxanthin, vitamin A, vitamin C, vitamin E, dan seng.
Berbagai nutrisi ini ada di sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, protein nabati, maupun protein hewani. Kalau ingin yang lebih spesifik, coba konsumsi sayuran berdaun hijau, sayuran berwarna merah hingga kuning, telur, dan jeruk.
2. Rutin Olahraga
Rutin berolahraga selama 150 menit setiap minggu tidak hanya bagus untuk tubuh, tetapi juga baik buat kesehatan mata. Olahraga bisa meningkatkan jumlah darah dan nutrisi ke seluruh tubuh, termasuk mata.
Dalam jangka panjang, rutin olahraga dapat meningkatkan penyembuhan jaringan, mengurangi stres oksidatif, dan menjaga berat badan tetap sehat. Teman Mata pun bisa memilih berbagai aktivitasnya, mulai dari atletik, senam, bela diri, olahraga air, dan lainnya.
3. Berhenti Merokok
Penggunaan tembakau bukan cuma buruk untuk paru-paru, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit kronis mata seperti katarak, degenerasi makula terkait usia, hingga kerusakan saraf optik.
Di sisi lain, asap rokok konvensional maupun vape membuat mata lebih kering, gatal, perih, hingga kemerahan. Makanya, sebisa mungkin Teman Mata perlahan berhenti merokok agar mata tetap sehat secara keseluruhan.
Vitamin Mata vs Tetes Mata

Sekarang, kamu sudah tahu bahaya menggunakan tetes mata terlalu sering dan pentingnya mengonsumsi nutrisi yang baik untuk mata. Secara umum, keduanya diperlukan dengan fungsi yang berbeda untuk mata.
Obat tetes mata akan sangat berguna bagi keadaan yang harus segera ditangani karena golongan obat ini bekerja langsung di mata. Namun, karena memiliki kerja lebih cepat, ada berbagai risiko kesehatan yang perlu dipertimbangkan.
Obat tetes mata yang dijual bebas maupun dengan resep tidak bisa digunakan dalam jangka waktu panjang. Alasannya, tipe obat ini rawan kontaminasi, mengandung bahan pengawet, tidak menyembuhkan penyebab sakit mata, hingga risiko kerusakan penglihatan.
Makanya, Teman Mata tidak direkomendasikan untuk memakai obat tetes mata tanpa pengawasan dokter dan pemakaian terus menerus. Sebaliknya, meskipun kamu sedang menjalani pengobatan untuk kondisi tertentu, jangan lupa untuk mengonsumsi suplemen mata.
Vitamin mata memang tidak dapat menyembuhkan penyakit mata secara instan. Tetapi, suplemen mengandung berbagai bahan yang bagus untuk meningkatkan kesehatan mata secara keseluruhan.
Akan lebih baik lagi kalau kamu minum vitamin mata yang terbuat dari bahan alami, sehingga kamu nggak perlu khawatir soal keamanannya. Tentunya, kalau udah ngomongin vitamin mata, Eyebost jawabannya!
Eyebost terbuat dari ekstrak 3 bahan alami yang kaya vitamin A, vitamin C, vitamin E, lutein, dan zeaxanthin. Berbagai kandungan ini dikemas dalam suplemen yang praktis dan siap diminum.
Ditambah, Eyebost sudah mendapat izin edar BPOM dan sertifikat halal MUI, jadi nggak perlu takut lagi soal keamanan produknya. Jadi, jangan tunggu mata merah dan kering dulu, yuk rutin konsumsi Eyebost buat jadi vitamin harianmu!


