4 Jenis Pengobatan Retinoblastoma, Bukan Hanya Operasi Saja

Apakah Teman Mata pernah mendengar soal penyakit retinoblastoma? Kalau nama penyakit ini masih asing di telinga, sangat wajar, kok. Soalnya, retinoblastoma bukanlah penyakit mata yang umum dijumpai.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) tahun 2013, sebanyak 277 anak di Indonesia terkena retinoblastoma. Jenis penyakit ini harus ditangani dengan penanganan tepat agar tidak menyebabkan kehilangan penglihatan.

Lalu, apa itu retinoblastoma dan bagaimana pengobatannya? Yuk simak artikel berikut ini.

Retinoblastoma pada Anak

Retinoblastoma pada Anak

Retinoblastoma merupakan kanker mata yang terjadi pada anak-anak. Kanker jenis ini berawal dari retina yang menyebar ke bagian mata maupun tubuh lainnya, seperti otak dan tulang belakang.

Penyakit ini terjadi ketika sel-sel saraf di retina berubah lalu tumbuh dalam ukuran dan jumlah yang tidak wajar, atau membentuk tumor. Para ahli menduga, retinoblastoma terjadi karena malfungsi pada sel-sel retina muda yang sedang berkembang.

Umumnya, dokter menemukan kasus ini pada anak di bawah usia 3 tahun. Meskipun tergolong jenis kanker, kasus retinoblastoma cukup langka dan memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi.

Jenis Retinoblastoma

Secara umum, jenis kanker mata ini memiliki tiga jenis, yaitu:

  • Unilateral, yaitu retinoblastoma yang terjadi dan berpengaruh pada satu mata saja
  • Bilateral, yakni retinoblastoma yang terjadi dan memengaruhi kedua mata
  • Trilateral merupakan retinoblastoma yang terjadi di tiga tempat sekaligus. Tempat ketiga dari kanker ini berada di kelenjar pineal yang berada di dalam otak manusia.

Sejauh ini, sekitar 60% kasus retinoblastoma di dunia tergolong sebagai unilateral. Lalu sebanyak 40% sisanya berupa kasus retinoblastoma bilateral dan trilateral.

Gejala Retinoblastoma pada Anak

Anak-anak yang mengalami retinoblastoma seringkali tidak menjelaskan gejala yang mereka rasakan. Namun, ada satu perubahan khas yang terjadi pada penderita retinoblastoma, yaitu leukokoria.

Leukokoria merupakan kondisi ketika pupil mata yang tampak putih atau pucat saat berfoto di tempat yang redup menggunakan flash. Gejala ini dapat terjadi pada satu maupun dua mata sekaligus.

Selain adanya leukokoria, ada berbagai gejala lain yang harus diwaspadai, yaitu:

  • Mata yang kesulitan mengikuti gerakan atau tidak mengikutinya sama sekali
  • Mata tidak sejajar (strabismus)
  • Nyeri yang biasanya ditandai dengan anak lebih rewel, sering menangis, kesulitan tidur atau makan
  • Mata membesar (buphthalmos)
  • Mata melotot (proptosis)
  • Ada darah di bilik mata depan (hifema)
  • Ada infeksi, pembengkakan, atau peradangan pada mata atau jaringan di sekitarnya seperti selulitis orbital. 

Waspada Retinoblastoma, Kanker Mata pada Anak

Ciri-Ciri Orang yang Rentan terhadap Retinoblastoma

Meskipun penyebab jelasnya masih belum diketahui secara pasti, ada beberapa orang yang berisiko terkena retinoblastoma. Beberapa faktor risikonya yaitu:

1. Faktor Usia

Kondisi berbahaya ini umumnya terjadi pada anak-anak yang masih sangat muda. Umumnya, dokter menemukan dan mendiagnosis anak dengan retinoblastoma di usia kurang dari 3 tahun.

Saat ini, terdapat 3-4 kasus retinoblastoma per 1 juta orang di bawah usia 20 tahun. Di Amerika Serikat, ada 300 kasus baru kanker mata anak setiap tahunnya, sementara itu ada 9.000 kasus baru retinoblastoma di seluruh dunia.

Di sisi lain, orang dewasa sangat jarang terkena kanker jenis ini. Namun, orang dewasa dapat mengalami kondisi ini setelah jeda dalam perkembangan tumor pada tahap awal.

2. Faktor Genetik

Variasi DNA yang meningkatkan risiko retinoblastoma dapat diwariskan dari orang tua ke anak. Nah, anak-anak dengan perubahan DNA bawaan ini risiko terkena retinoblastoma di usia yang lebih muda akan meningkat.

Selain itu, mereka juga cenderung memiliki retinoblastoma di kedua mata sekaligus. Oleh karena itu, para ahli merekomendasikan tes dan konseling genetik untuk anak-anak penderita retinoblastoma.

Tidak hanya pasien, saudara kandung dan anggota keluarga dari anak dengan retinoblastoma juga disarankan melakukan tes. Cara ini dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan kanker mata anak yang diturunkan dari keluarga.

Cara Pengobatan Retinoblastoma

Pengobatan Retinoblastoma

Untuk mengobati retinoblastoma, ada beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu:

1. Kemoterapi

Kemoterapi dilakukan dengan menggunakan obat-obatan yang menyerang kelemahan sel kanker secara langsung. Metode ini dapat membantu menghindari operasi yang memiliki risiko kehilangan penglihatan.

Apabila dilakukan secara tepat, kemoterapi dapat menyebabkan tumor menyusut cukup besar. Hasilnya, obat-obatan lain dapat menghancurkan sel kanker yang masih tersisa di tubuh kita.

Untuk retinoblastoma, ada dua jenis kemoterapi yang dapat dilakukan yakni bersifat lokal dan sistemik. Kemoterapi bersifat lokal dilakukan melalui suntikan terarah atau infus lewat arteri.

Sementara itu, kemoterapi sistemik dilakukan melalui infus intravena standar. Kedua jenis kemoterapi ini dapat diberikan sesuai dengan kasus dan kebutuhan spesifik dari masing-masing pasien.

2. Terapi Radiasi

Terapi ini melibatkan penggunaan energi frekuensi tinggi untuk menghancurkan sel tumor. Hal ini dapat dilakukan dari luar tubuh seperti terapi radiasi sinar eksternal (EBRT) maupun di dalam tubuh dengan metode brakiterapi.

Meskipun cukup fleksibel, namun pengobatan jenis ini umumnya dihindari karena mampu meningkatkan risiko komplikasi jangka panjang. Salah satu efek samping yang berbahaya adalah dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker lain di masa mendatang.

3. Terapi Fokal

Terapi fokal merupakan salah satu pengobatan yang berfokus pada penghancuran sel tumor secara langsung. Secara umum, ada dua jenis terapi fokal yang dapat digunakan untuk mengobati retinoblastoma,

Pasien dapat menerima terapi laser atau termoterapi, yaitu perawatan menggunakan energi panas intens untuk menghancurkan sel. Selain itu, penderita retinoblastoma juga dapat mengambil krioterapi, penyembuhkan dengan memakai energi dingin intens untuk menghancurkan sel.

4. Operasi

Prosedur terakhir yang dapat dipilih pasien dengan retinoblastoma adalah dengan melakukan operasi. Biasanya, cara ini dilakukan ketika ada risiko penyebaran penyakit ke bagian mata lainnya.

Jadi, ketika pasien sudah disarankan untuk melakukan operasi, biasanya kanker sudah menyebar dan berisiko menyebabkan kehilangan penglihatan. Dokter akan mengangkat beberapa bagian mata untuk mencegah komplikasi yang lebih parah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Yuk pesan eyebost sekarang di eyebost.id agar mata makin sehat dan jernih
//
CS Anggie
Online
|
//
Konsultasi