Di lingkungan sekitar kita, pasti Teman Mata pernah menemukan orang yang punya mata sayu. Jenis mata seperti ini biasanya punya ciri khas kelopak mata atas lebih turun daripada yang seharusnya.
Meskipun terlihat cukup normal, namun banyak yang bertanya, apa penyebab dan cara mengatasi mata sayu? Di artikel ini, MiBost akan membahas fenomena mata sayu secara medis, yuk ikutin!
Apakah Mata Sayu Berbahaya?

Dalam dunia medis, mata sayu atau ptosis merupakan kondisi ketika kelopak atas mata turun, mengendur, atau jatuh menutupi mata. Kondisi ini umumnya terjadi karena otot yang mengangkat kelopak mata tidak berfungsi secara normal.
Ptosis dapat membatasi atau menghalangi penglihatan penderitanya dan tergantung pada kondisi masing-masing pasien. Mata sayu bisa terjadi di salah satu maupun kedua kelopak mata atas.
Lalu, apakah mata sayu termasuk kondisi yang berbahaya? Untuk pertanyaan ini, jawabannya adalah tergantung dengan kondisi mata sayu yang dialami oleh masing-masing pasien.
Mata sayu yang tergolong ringan cenderung tidak berbahaya, tidak menyebabkan masalah penglihatan, dan tidak perlu diobati. Namun, mata sayu yang parah dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak diobati.
Komplikasi mata sayu yang berpeluang dialami pasien adalah mata silinder (astigmatisme), mata malas (ambliopia), maupun posisi dagu terangkat.
Ptosis dapat menyebabkan mata silinder karena tekanan kelopak mata bagian depan dapat mengubah bentuk mata. Hal ini dapat menyebabkan distorsi penglihatan menjadi lebih lebar atau bergelombang.
Nah, kalau pasien mata sayu sudah terkena astigmatisme dan kelainan refraksi lain, seperti rabun jauh, rabun dekat, maupun mata tua, gabungan kelainan ini dapat menyebabkan mata malas.
Selain berpengaruh ke mata, ptosis yang parah dapat menyebabkan posisi dagu terangkat karena pasien harus melihat lewat kelopak mata yang terkulai. Kebiasaan ini dapat menyebabkan masalah leher, otot dahi menegang, dan keterlambatan perkembangan.
Penyebab Mata Sayu
Mata sayu dapat disebabkan oleh beberapa faktor dan tergantung pada jenisnya. Orang yang menderita ptosis kongenital terjadi karena bawaan sejak lahir karena kelainan perkembangan otot elevator.
Namun, bagi orang yang menderita mata sayu bukan karena bawaan, masalah ini dapat disebabkan karena beberapa hal. Terkadang, kelopak mata yang turun terjadi karena adanya kerusakan saraf yang mengendalikan otot kelopak mata.
Di sisi lain, ptosis dapat terjadi karena penyakit lain, contohnya bintitan, sindrom horner, miastenia gravis, strok, tumor, atau oftalmoplegia eksternal. Selain itu, riwayat operasi mata juga dapat menyebabkan mata sayu.
Beberapa jenis operasi mata, seperti LASIK atau operasi katarak dapat meregangkan kelopak mata. Keadaan ini dapat terjadi karena saat operasi, dokter akan menggunakan alat untuk menjaga kelopak mata tetap terbuka.
Bagaimana Cara Mengatasi Mata Sayu?

Kalau Teman Mata punya mata sayu dan ingin memeriksakannya ke dokter, mereka akan melakukan beberapa tes. Nantinya, dokter akan melakukan pemeriksaan lampu cerah, pengujian lapang pandang, tes gerakan mata, dan tes tensilon.
Kemudian, pasien yang menderita mata sayu yang sudah menyebabkan komplikasi akan dilakukan perawatan lanjutan. Beberapa pengobatan mata sayu yang dapat dilakukan adalah:
1. Operasi Ptosis
Prosedur pembedahan mata untuk mata sayu dilakukan dengan anestesi lokal dan sedasi, yaitu bius yang membuat pasien sadar tetapi tidak merasakan sakitnya. Ada dua jenis operasi untuk ptosis, yakni pembedahan di kelopak mata atas dan operasi dari bawah kelopak mata.
Untuk operasi di kelopak mata atas, dokter akan membuat sayatan pada bagian tersebut. Cara ini memungkinkan dokter bedah menemukan otot kecil yang mengangkat kelopak mata pasien.
Nantinya, dokter akan menjahit otot ini untuk mengencangkan dan mengangkat kelopak mata. Ketika prosedur sudah selesai, sayatan ini kemudian akan ditutup dengan jahitan tambahan yang rapi.
Sementara itu, operasi ptosis yang dilakukan di kelopak mata bawah akan membalikkan dan mengencangkan otot dari bawah. Tidak seperti prosedur lainnya, dokter tidak perlu menyayat kelopak mata bawah untuk melakukan prosedur.
2. Tetes Mata untuk Ptosis
Tidak hanya operasi, dokter dapat meresepkan resep untuk obat tetes mata bagi pasien kategori dewasa. Dokter biasanya akan memberikan obat oxymetazoline yang menargetkan otot elevator.
Setelah menggunakan obat tetes ini, beberapa orang merasakan kelopak mata mereka menjadi terbuka lebih lebar. Namun berbeda dari operasi, pasien harus menggunakan obat tetes mata setiap hari agar penglihatan tidak terhalang.
Obat tetes ini juga tidak efektif untuk semua jenis mata sayu. Jadi, Teman Mata disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui efektivitas dan pengobatan yang tepat untuk mata sayu.


