Fenomena Olahraga Lari: Kian Digemari dan Sederet Tips untuk Pemula

Sejak pandemi berakhir, gaya hidup sehat mulai meningkat dan semakin lama banyak orang yang melakukannya. Salah satu bentuk gaya hidup sehat yang banyak diikuti adalah rutin melakukan olahraga, termasuk lari.

Saat ini, lari menjadi olahraga yang sangat digandrungi semua usia, mulai dari remaja hingga dewasa. Teman Mata pasti sudah nggak asing kalau di berbagai daerah banyak banget lomba lari, seperti fun run sampai marathon. 

Nah, di artikel ini, MiBost bakal bahas lebih dalam soal olahraga lari dan tips agar mata tetap terlindungi saat beraktivitas di luar ruangan. Ikuti terus, ya!

Olahraga Lari Kian Digemari

Olahraga Lari Kian Digemari

Menurut data dari Garmin Fitness Report 2024, olahraga outdoor seperti lari, track running, hingga eBike mengalami peningkatan secara signifikan. Di Indonesia, olahraga lari, tenis, dan golf menduduki peringkat teratas sebagai aktivitas outdoor paling digemari selama 2024.

Meningkatnya minat olahraga lari bukan cuma terlihat dari banyaknya orang yang melakukannya secara rutin, tapi juga banyaknya event lari di berbagai daerah. Laporan tersebut menunjukkan, lebih dari 5 juta pengguna melakukan aktivitas lari di Indonesia selama 2024.

Sementara itu, ada lebih dari 80.000 pengguna Garmin yang aktif berlari di Indonesia dan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, tren olahraga lari di luar ruangan mengalami peningkatan signifikan sekitar 65%.

Di sisi lain, lari di dalam ruangan atau indoor running menggunakan treadmill meningkat 15%. Orang-orang yang memilih indoor running biasanya karena tidak terhalang cuaca, lebih aman, dan mudah diakses.

Manfaat Rutin Olahraga Lari

Manfaat Rutin Olahraga Lari

Karena sekarang sedang sangat digandrungi, olahraga lari yang dilakukan secara rutin akan membawa banyak manfaat untuk tubuh. Berikut manfaat yang akan Teman Mata dapatkan kalau rutin olahraga lari:

1. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Berlari atau jogging adalah latihan kardio terbaik yang bisa dilakukan dimana saja dengan sangat mudah. Berlari minimal 10 menit sehari dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular secara signifikan.

Manfaat ini bisa didapatkan Teman Mata karena olahraga akan menurunkan detak jantung per menit saat tubuh beristirahat. Kondisi ini menjadi indikator penting karena semakin rendah detaknya, semakin efisien kerja jantung.

2. Memperkuat Tulang

Lari termasuk salah satu olahraga high impact yang akan memberikan banyak tekanan pada sendi dan tulang. Meskipun terlihat berbahaya, terutama bagi yang berusia tua, ternyata berlari bermanfaat untuk memperkuat tulang.

Studi pada 2021 di JBMR Plus menemukan, orang yang berlari secara teratur cenderung meningkatkan kepadatan tulang. Sementara itu, mereka yang mengurangi lari justru mengalami penurunan kesehatan tulang.

3. Tidur Lebih Nyenyak

Setelah berlari, tubuh pasti akan terasa lebih lelah dan ingin segera beristirahat agar tenaga cepat pulih. Selain itu, rutin olahraga lari dapat membantu orang yang mengalami gangguan tidur.

Walaupun begitu, Teman Mata yang ingin mendapatkan manfaat ini disarankan untuk melakukan lari dalam intensitas sedang. Olahraga ini sebaiknya tidak dilakukan di malam hari karena tubuh melepaskan hormon endorfin yang dapat mengganggu kualitas tidur.

4. Mood dan Kesehatan Mental Meningkat

Dua penelitian di tahun 2020 menemukan hubungan antara berlari dan peningkatan kesehatan mental secara keseluruhan. Dalam dua riset tersebut, lari secara rutin dapat memperbaiki suasana hati.

Agar manfaatnya lebih maksimal, Teman Mata disarankan untuk berlari di luar ruangan yang memiliki udara segar, sinar matahari yang cukup, dan elemen alam lain. Di sisi lain, olahraga akan melepaskan endorfin yang akan meningkatkan mood.

5. Membantu Menurunkan Berat Badan

Olahraga lari termasuk high impact activity yang dapat membakar banyak kalori di tubuh. Teman Mata yang berlari dengan kecepatan 8 km/jam selama 30 menit dapat membakar 240-336 kalori.

Kalau kalori yang dibakar setiap hari cukup banyak, hasilnya berat badan bisa turun dengan cukup signifikan. Teman Mata yang ingin menurunkan berat badan juga harus menjaga pola makan agar hasilnya maksimal.

Tips Mengikuti Olahraga Lari untuk Pemula

Buat Teman Mata yang ingin memulai olahraga lari, simak baik-baik tips dari MiBost berikut ini:

1. Mulai secara Bertahap

Dokter spesialis kedokteran olahraga dari Amerika Serikat, Joshua Scott dalam Everyday Health menyarankan, untuk pemula sebaiknya melakukan lari secara bertahap. Teman Mata bisa memulainya dengan jalan cepat, lalu 10-15 menit kemudian melakukan jogging, baru setelah itu bisa lari.

Kalau terasa sangat berat, Teman Mata masih bisa mengatur jarak waktu antara jalan cepat dan jogging sesuai dengan kebutuhan. Lakukan cara ini setidaknya selama 1 minggu dan kecepatannya bisa ditambah sampai berlari dengan stabil. 

2. Jangan Terlalu Banyak Bergerak

Meskipun terlihat sepele, namun terlalu banyak bergerak saat lari termasuk hal kecil yang berbahaya. Scott menyebut, banyak orang yang cedera karena terlalu banyak bergerak atau lari yang terlalu cepat.

Olahraga lari, apalagi bukan untuk perlombaan sebaiknya tidak dipaksakan kecepatannya. Teman Mata harus bisa mengatur kecepatan dan kekuatan tubuh saat berlari agar tetap stabil dan seimbang, sehingga terhindar dari cedera.

3. Jangan Berlebihan dalam Olahraga

Teman Mata boleh mengikuti olahraga lari sebagai tren, namun jangan sampai terlalu berlebihan, ya. Saat kita sedang rajin berolahraga, pastikan tubuh mendapatkan istirahat yang cukup untuk memulihkan diri.

Tips ini nggak cuma berlaku untuk lari yang intens saja, tetapi juga untuk lari jarak pendek. Teman Mata bisa mengombinasikan olahraga lari dengan latihan lain, seperti peregangan tubuh bagian atas atau yoga untuk mengistirahatkan kaki. 

4. Perhatikan Nutrisi

Ahli gizi khusus sport medicine dari Amerika Serikat, Kacie Vavrek menyebut, orang yang sering berlari harus memperhatikan asupan nutrisi. Makan dengan kalori yang terlalu sedikit membuat energi yang dibutuhkan tubuh cepat habis.

Sebaliknya, Teman Mata yang makan terlalu banyak kalori malah bikin kembung atau mengalami masalah pencernaan lainnya. Oleh karena itu, hindari makanan tinggi serat, lemak, dan protein sebelum lari karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan.

Sebaiknya, makan besar 2-4 jam atau 1-2 jam makan camilan sebelum berlari. Untuk makanannya, coba makan hidangan yang mengandung protein rendah lemak dan karbohidrat agar tenaga bisa maksimal.

Teman Mata juga jangan lupa untuk menjaga hidrasi tubuh sebelum, selama, dan setelah berlari. Kalau air putih masih kurang, cobalah mengonsumsi minuman mengandung elektrolit untuk menggantikan natrium dan kalium yang hilang setelah berlari.

5. Jaga Mata Tetap Fokus

Bukan cuma menjaga kesehatan dan keseimbangan anggota gerak tubuh, mata punya peran penting ketika berlari, lho! Fokus mata punya peran penting dalam menjaga performa ketika berlari, terutama ketika hampir menyentuh garis akhir.

Di sisi lain, Teman Mata jangan mengabaikan kesehatan mata saat berlari, ya. Cobalah untuk memakai kacamata pelindung khusus ketika berlari, terutama ketika lari jarak jauh di cuaca yang sangat terik.

Nah, biar mata makin fokus dan terlindungi dari sinar matahari saat lari, minum Eyebost jadi solusinya! Eyebost mengandung vitamin A, C, E, lutein, dan zeaxanthin dari bahan alami berkualitas.

Berbagai vitamin yang ada di Eyebost sudah terbukti secara ilmiah mampu meningkatkan kesehatan mata, lho!  Kalau dikonsumsi secara rutin, Eyebost bisa meningkatkan kesehatan mata secara keseluruhan.

Jadi buat Teman Mata yang hobi olahraga lari, yuk tetap lindungi mata saat berolahraga dengan Eyebost. Ingat mata, ingat Eyebost!

5 Tips Mulai Olahraga Lari untuk Pemula

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Yuk pesan eyebost sekarang di eyebost.id agar mata makin sehat dan jernih
//
CS Anggie
Online
|
//
Konsultasi