Mengapa Mata Sensitif Cahaya Layar? Ini 4 Kemungkinan Penyebabnya

Di zaman serba digital kayak sekarang ini, hampir semua kegiatan sehari-hari nggak bisa dipisahkan dari gadget seperti komputer, laptop, ataupun ponsel. Bahkan, Indonesia adalah negara yang penduduknya punya screen time tertinggi di dunia, lho!

Tapi, pernahkah Teman Mata merasa kalau mata jadi lebih sensitif terhadap cahaya layar? Padahal, sebelumnya kita tidak ada masalah walaupun menatap layar berjam-jam tanpa istirahat sekalipun.

Kalau Teman Mata sedang mengalaminya, pasti kalian akan bertanya, mengapa mata jadi sensitif pada cahaya layar? Kalau penasaran dengan jawabannya, yuk simak baik-baik artikel berikut, ya!

Mengapa Mata Jadi Sensitif pada Cahaya Layar?

Mata yang sensitif pada cahaya layar biasanya terjadi karena mata terlalu lelah. Dalam dunia medis, mata yang lelah karena aktivitas digital disebut dengan digital eye strain atau kelelahan mata digital.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai penyebab, yaitu pengaturan kontras yang buruk, jarak yang tidak tepat, jarang berkedip, hingga adanya blue light yang merusak mata. Tingkat kontras yang rendah membuat mata jadi cepat lelah dan lebih effort untuk membaca.

Selain itu, jarak yang terlalu dekat antara mata dengan layar komputer bisa bikin mata jadi lebih cepat tegang dan lelah. Karena itulah Teman Mata disarankan untuk mengatur jarak antara layar dengan mata minimal 25 inci atau sejauh 63,5 cm.

Di sisi lain, terlalu lama berada di depan layar akan membuat mata jadi lebih jarang atau susah berkedip sempurna daripada biasanya. Saat normal, mata akan berkedip 15-20 kali per menit sedangkan ketika melihat layar, mata hanya berkedip 5-7 kali per menit.

Terlebih, perangkat digital seperti laptop, komputer, hingga ponsel pintar memancarkan blue light yang tidak baik untuk kesehatan mata. Dalam jangka panjang, cahaya biru dapat merusak mata hingga meningkatkan risiko degenerasi makula terkait usia.

Jadi, mata yang jadi lebih sensitif pada cahaya layar disebabkan karena berbagai penyebab yang terjadi secara bersamaan. Oleh karena itu, kalau Teman Mata sudah merasa mata tidak nyaman dengan cahaya layar, sebaiknya segera mengubah kebiasaan sehari-hari untuk meredakan gejalanya.

Cara Mengatasi Mata Sensitif terhadap Cahaya Layar

Cara Mengatasi Mata Sensitif terhadap Cahaya Layar

Meskipun terasa tidak nyaman, namun Teman Mata masih bisa mengurangi gejalanya dengan beberapa cara, yaitu:

1. Istirahat yang Cukup untuk Mata

Mata butuh istirahat yang cukup agar tidak mudah sensitif dan lelah dengan cahaya dari layar komputer. Sebaiknya, mata beristirahat setelah 2 jam berturut-turut menatap layar secara intens.

Lalu ketika harus menggunakan perangkat digital, coba lakukan strategi 20-20-20 agar mata tidak cepat lelah. Strategi 20-20-20 artinya berhenti setiap 20 menit untuk menatap objek berjarak 20 kaki (6,1 meter) selama 20 detik. Setelah itu, Teman Mata bisa melihat gadget lagi.

2. Atur Cahaya Biru dan Kontras di Perangkat

Untuk mengurangi dampak buruk dari blue light, Teman Mata disarankan untuk mengatur cahaya biru yang masuk ke mata. Baik di komputer, laptop, maupun ponsel, gunakan mode malam (night mode) dengan warna lebih hangat.

Khusus di komputer atau laptop, Teman Mata bisa membeli aplikasi filter khusus cahaya biru yang disediakan beberapa pengembang aplikasi. Meskipun belum maksimal, cara ini cukup bagus untuk menjaga kesehatan mata dari paparan cahaya biru.

3. Atur Posisi Tubuh saat Duduk

Saat duduk, kita harus mengatur posisi saat duduk agar tetap sehat dan nyaman ketika bekerja di depan layar komputer. Usahakan pakai kursi yang empuk, nyaman, dan tinggi yang disesuaikan dengan panjang kaki.

Layar komputer idealnya berada 15-20 derajat di bawah ketinggian mata dengan jarak antara 40-75 cm dari mata. Dengan posisi seperti ini, mata akan lebih sehat dan postur tubuh tetap tegap anti bungkuk.

Bagaimana Eyebost Memproteksi Mata dari Blue Light?

Bagaimana Eyebost Memproteksi Mata dari Blue Light

Selain mengubah kebiasaan saat melihat gadget, Teman Mata bisa memberikan nutrisi terbaik untuk mata. Persatuan Dokter Mata Amerika Serikat (AAO) merekomendasikan beberapa nutrisi, yaitu vitamin A, C, E, lutein, zeaxanthin, dan omega-3.

Enam nutrisi ini dapat menyehatkan mata sekaligus mencegah degenerasi makula terkait usia. Apalagi, kandungan tersebut bisa didapatkan dari berbagai sumber makanan yang ada di sekitar kita.

Tapi, kalau Teman Mata mau mendapatkan berbagai nutrisi dalam sekali konsumsi, suplemen mata Eyebost cocok banget buat diminum setiap hari. Soal keamanan produk, Eyebost nggak perlu diragukan lagi karena produk ini dibuat dari berbagai bahan alami.

Eyebost dibuat dari ekstrak buah bilberry, wortel, dan marigold yang mengandung vitamin A, C, E, lutein, dan zeaxanthin. Vitamin ini bisa diminum mulai anak usia 2 tahun sampai lansia dan sudah dapat izin edar BPOM plus sertifikat halal MUI.

Buat yang punya screen time tinggi, gamers, dan pekerja digital, MiBost saranin buat konsumsi Eyebost Essential Pro secara rutin. Suplemen kapsul ini praktis dan bisa dibawa kemanapun Teman Mata beraktivitas.

Kandungan lutein zeaxanthin yang didapatkan dari marigold dan wortel bakal berguna sebagai penyaring blue light yang dihasilkan gadget kalian. Hasilnya, bekerja jadi lebih nyaman dan efek radiasi dari gadget bisa lebih diminimalkan.

Jadi, dengan menggabungkan kebiasaan baik dan konsumsi Eyebost, mata akan mendapatkan double protection setiap harinya. Cukup konsumsi Eyebost Essential Pro tiga kali sehari, mata nggak gampang sensitif cahaya layar lagi, deh!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Yuk pesan eyebost sekarang di eyebost.id agar mata makin sehat dan jernih
//
CS Anggie
Online
|
//
Konsultasi