Apakah kamu pernah mengalami mata terasa kunang-kunang secara tiba-tiba? Biasanya, kondisi ini terjadi sebelum seseorang mengalami pingsan. Namun, jangan sampai kamu menyepelekannya karena mata kunang-kunang bisa menjadi tanda suatu penyakit.
Di artikel ini, MiBost akan membahas alasan kita mengalami mata kunang-kunang, penyebabnya, dan kapan kita harus waspada. Tentunya, artikel ini akan membuat Teman Mata lebih waspada dengan gejala yang terjadi selain mata kunang-kunang.
Kenapa Mata Terasa Kunang-kunang?

Dalam dunia medis, mata terasa kunang-kunang disebut juga dengan fotopsia (photopsia). Kondisi ini berupa kilatan cahaya yang hadir pada bidang penglihatan meskipun saat itu kita tidak melihat cahaya.
Bisa dikatakan, kondisi ini menyerupai bintik melayang atau floaters yang dalam dunia medis disebut myodesopsia. Nah, kita dapat mengalami mata kunang-kunang dan terlihat bintik melayang secara bersamaan.
Keduanya kondisi ini terjadi ketika terjadi peningkatan tekanan di dalam mata akibat dorongan dari cairan di dalam mata. Mata terasa kunang-kunang mungkin terjadi pada salah satu atau kedua mata sekaligus.
Sebagian orang mengalami mata terasa kunang-kunang pada pagi hari atau ketika berada di ruangan gelap. Oleh karenanya, kamu mungkin menyadarinya saat bangun tidur dan melihat kilatan cahaya sesaat.Â
Penyebab Mata Terasa Kunang-kunang Tiba-tiba

Ada berbagai penyebab mata terasa kunang-kunang secara mendadak yaitu:
1. Migrain
Migrain adalah istilah yang digunakan untuk fenomena sakit kepala parah, berdenyut, dan terasa di satu sisi kepala. Umumnya, migrain terjadi selama 4 jam hingga beberapa hari, tergantung pada kondisi masing-masing pasien.
Selain sakit kepala, pasien biasanya merasakan mual, muntah, hingga mata terasa kunang-kunang yang disertai dengan aura. Bagi orang yang mengalami migrain dengan aura, kondisi ini dapat mempengaruhi penglihatan sementara.
2. Tekanan Darah Rendah
Orang yang memiliki tekanan darah rendah atau hipotensi sering merasa kepala pusing hingga kunang-kunang. Efek ini terjadi otak kekurangan oksigen akibat tekanan darah pada tubuh yang melemah.
Akibatnya, mata akan terasa kunang-kunang, pusing, bahkan pingsan. Kalau Teman Mata memiliki riwayat tekanan darah rendah dan sering kunang-kunang, sebaiknya segera duduk atau berbaring dan konsultasikan lebih lanjut pada dokter.
3. Gula Darah Rendah
Ketika kadar gula darah dalam tubuh turun, pasien akan mengalami beberapa gejala, termasuk mata kunang-kunang. Bukan cuma itu, beberapa gejala kadar gula rendah yang sering muncul adalah lemas, berkeringat, pusing, hingga gemetar.
Kondisi ini dapat terjadi dengan cepat, berbeda-beda setiap orangnya, dan bisa menyerang siapa saja. Namun, masalah ini dapat diatasi segera dengan mengonsumsi karbohidrat cepat serap.
4. Anemia
Apakah Teman Mata sering merasa mata kunang-kunang dan kepala pusing? Kalau iya, bisa jadi kamu terkena anemia, kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah untuk mengangkut oksigen.
Biasanya, masalah ini terjadi karena kekurangan zat besi, perdarahan, maupun penyakit tertentu seperti autoimun, kanker, dan radang usus. Namun, pasien anemia cukup sering mengalami gejala ini dan terjadi beberapa kali.
5. Dehidrasi
Tanpa penyakit bawaan, seseorang bisa mendadak mata kunang-kunang akibat dehidrasi, kondisi ketika tubuh kekurangan air. Mereka yang dehidrasi mengalami mata kunang-kunang karena kurang cairan dapat menurunkan volume darah dan oksigen ke otak.
Orang dehidrasi juga mengalami kelelahan, pusing, mulut kering, hingga kepala terasa ringan. Namun, gejala mata kunang-kunang biasanya akan sembuh setelah pasien mendapatkan suplai cairan yang mencukupi.
6. Cedera Mata
Terkadang, beberapa jenis cedera pada mata dapat menyebabkan gangguan penglihatan, termasuk mata kunang-kunang hingga bintik melayang. Masalah ini dapat terjadi akibat benturan, paparan bahan kimia, atau benda asing yang masuk ke mata.
Karena penyebab dan tingkat keparahannya berbeda-beda, namun kondisi ini harus segera ditangani dan diatasi. Banyak cedera mata yang dapat menyebabkan penglihatan rendah, kebutaan, hingga masalah mata lainnya.
7. Cedera Otak
Ketika otak mengalami cedera, gejala umum yang biasanya terjadi berkaitan dengan kepala dan penglihatan, termasuk mata kunang-kunang. Bukan cuma itu, pasien terkadang mengalami mual, muntah, sakit kepala, hingga penglihatan kabur.
Saat pasien mengalami hal ini, sebaiknya segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Meskipun cederanya termasuk ringan, namun masalah fisik yang terjadi terlihat cukup serius karena berhubungan dengan keseimbangan tubuh.
8. Ablasio Retina
Ablasio retina merupakan kondisi ketika retina terlepas dari jaringan. Sayangnya, masalah ini tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali namun dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.
Jadi ketika sudah merasakan mata kunang-kunang, melihat kilatan cahaya, banyak floaters, dan penglihatan tepi gelap, segera konsultasikan pada dokter. Lepasnya retina yang tidak ditangani dengan tepat bisa berbahaya bagi kesehatan mata.
9. Neuritis Optik
Neuritis optik merupakan kondisi ketika ada peradangan di saraf optik yang menyebabkan nyeri dan kehilangan penglihatan. Penyakit ini dapat memengaruhi sinyal yang berjalan menuju saraf optik, penghubung mata dengan otak.
Gejala ini terjadi karena adanya peradangan yang merusak mielin, selubung pelindung saraf mata. Neuritis optik termasuk kondisi yang serius dan harus segera ditangani karena dapat mengancam penglihatan.
Bagaimana Ciri Mata Kunang-kunang yang Berbahaya?

Dari penjelasan MiBost, Teman Mata pasti sudah tahu kalau mata kunang-kunang tidak selamanya menjadi tanda penyakit berbahaya. Namun, pada beberapa kondisi, bisa jadi mata kunang-kunang adalah gejala darurat medis.
Lalu, apa yang membedakan mata kunang-kunang biasa dengan yang berbahaya? Nah, ini bisa dibedakan menjadi beberapa hal. Umumnya, mata kunang-kunang yang menjadi tanda penyakit berbahaya disertai dengan gejala serius lainnya.
Kalau kamu mengalami mata kunang-kunang bersamaan dengan kehilangan penglihatan, nyeri mata, atau muncul floaters dalam jumlah banyak, sebaiknya waspada. Berbagai gejala ini merupakan tanda adanya masalah serius pada mata.
Buat Teman Mata yang masih sulit membedakan mata kunang-kunang yang berbahaya atau tidak, kamu bisa isi tabel berikut. Ingat ya, tabel ini bukan berfungsi sebagai diagnosis, tetapi untuk membantu mengidentifikasi kondisi berbahaya yang darurat dan tidak.
| Gejala Medis | Mengalami atau Tidak? |
| Kehilangan penglihatan tiba-tiba | |
| Nyeri hebat di mata | |
| Muncul bayangan atau tirai di sebagian penglihatan | |
| Jumlah floaters meningkat drastis | |
| Penglihatan ganda | |
| Pusing hebat atau vertigo | |
| Pingsan | |
| Sakit kepala |
Penuhi Nutrisi Mata dengan Vitamin Mata Eyebost
Sekarang, Teman Mata sudah tahu kalau mata kunang-kunang menjadi salah satu gejala penyakit. Selain mengatasinya, kamu juga harus menjaga kesehatan mata dan memenuhi nutrisinya.
Meskipun tidak bisa menyembuhkan mata kunang-kunang, namun kamu tetap harus mencukupi kebutuhan nutrisi untuk mata. Nah, biar mata tetap sehat secara keseluruhan, Eyebost jawabannya!
Vitamin mata ini terbuat dari berbagai ekstrak bahan alami dengan multivitamin dan antioksidan seperti vitamin (A, C, E), lutein, dan zeaxanthin. Bukan cuma itu, Eyebost juga dibuat dengan bahan berkualitas tinggi dan diproses dengan teknologi canggih.
Untuk keamanan produk, kamu nggak perlu khawatir karena semua produk Eyebost sudah mendapatkan izin dari BPOM. Sekarang ini, ada 3 produk Eyebost yang siap menjaga kesehatan matamu sehari-hari!