Benarkah Hipertensi Merusak Mata? Berikut Penjelasannya

Selama ini, hipertensi dikenal sebagai penyakit yang menyebabkan stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal. Tapi, apakah Teman Mata pernah mendengar kalau hipertensi dapat merusak mata?

Di artikel ini, MiBost akan menjelaskan alasan tekanan darah tinggi dapat merusak kesehatan mata. Nggak lupa juga, MiBost akan tips merawat mata dari dalam untuk menjaga penglihatan tetap sehat secara keseluruhan.

Benarkah Hipertensi Bisa Merusak Mata Diam-diam?

Hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah berada dalam batas normal selama beberapa waktu. Normalnya, tekanan darah orang dewasa berada di bawah 120/80 hingga 130/85 mmHg.

Namun, pada orang dengan tekanan darah tinggi (hipertensi), angkanya lebih dari 140/90 mmHg. Pasien hipertensi lebih rentan terkena penyakit metabolik seperti penyakit jantung, stroke, hingga gagal ginjal.

Tapi, Teman Mata sudah tahu belum kalau hipertensi bisa merusak mata diam-diam? Tekanan darah tinggi sering disebut silent killer karena dapat merusak berbagai organ tubuh, termasuk mata.

Mengapa Kondisi Hipertensi Bisa Merusak Mata?

Mengapa Kondisi Hipertensi Bisa Merusak Mata

Tekanan darah yang tinggi dapat memberikan tekanan pada pembuluh darah kecil di retina. Apabila terjadi secara terus menerus, tensi tinggi dapat menyebabkan penebalan, penyempitan, bahkan kerusakan pada pembuluh darah di retina.

Padahal, punya peran penting untuk menangkap cahaya dan mengirimkan informasi visual ke otak. Saat ada gangguan pembuluh darah di retina, aliran darah ke retina menjadi tidak optimal dan mengganggu penglihatan.

Dalam jangka panjang, hipertensi yang terjadi secara terus menerus dan tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi berupa retinopati hipertensi. Penyakit ini termasuk masalah serius, mengancam penglihatan, dan harus segera ditangani.

Retinopati hipertensi merupakan kerusakan pada retina akibat tekanan darah tinggi yang merusak retina, lapisan jaringan di belakang bola mata. Sayangnya, sebagian besar pasien retinopati hipertensi tidak menunjukkan gejala apapun.

Namun, pada kasus yang sudah parah, pasien sering mengeluhkan penglihatan kabur, muncul floaters, mata tidak nyaman, hingga penglihatan menurun. Jika sudah cukup parah, pasien berisiko mengalami retina terlepas (ablasi retina) hingga kehilangan penglihatan.

Sayangnya, penyakit ini umum terjadi pada orang dewasa di atas usia 40 tahun yang menderita hipertensi. Sampai sekarang, satu-satunya pengobatan untuk retinopati hipertensi adalah dengan menurunkan tekanan darah.

Dokter biasanya akan menyarankan untuk menggunakan obat-obatan maupun mengubah gaya hidup. Beberapa hal yang bisa dilakukan pasien untuk mengatur tekanan darah adalah menjaga berat badan, menjaga pola makan, olahraga teratur, hingga membatasi konsumsi alkohol.

Kenapa Kondisi Ini Sering Tidak Disadari?

Retinopati hipertensi sering tidak disadari karena perubahan pada pembuluh darah di retina dapat terjadi tanpa menimbulkan gejala yang jelas. Pada kondisi yang ringan hingga sedang, pasien umumnya tidak menunjukkan tanda yang spesifik.

Hal ini terjadi karena letak retina yang berada di bagian belakang mata sehingga perubahan pembuluh darah tidak langsung terasa. Gejala seperti penyempitan, perubahan, atau penebalan retina biasanya terlihat ketika dokter melakukan pemeriksaan pada bagian dalam mata.

Biasanya, dokter akan tahu seseorang menderita retinopati hipertensi atau tidak dengan melebarkan pupil. Tidak hanya itu, retinopati hipertensi justru mulai muncul gejala ketika kondisinya sudah cukup parah.

Makanya, orang dengan hipertensi dianjurkan untuk rutin melakukan cek kesehatan, termasuk cek mata. Mereka disarankan untuk periksa mata rutin satu tahun sekali. Bagi yang memiliki masalah retinopati, dokter menyarankan untuk kontrol setiap 3-6 bulan sekali.

Faktor Risiko Apa Saja yang Memperparah Kerusakan Mata?

Faktor Risiko yang Memperparah Kerusakan Mata

Selain menderita hipertensi, beberapa orang dengan kondisi berikut ini dapat memperparah kerusakan mata:

  • Riwayat penyakit kardiovaskular, termasuk mengalami penyakit arteri karotis
  • Memiliki kadar kolesterol tinggi
  • Sering merokok atau menggunakan produk tembakau
  • Menderita obesitas
  • Pasien dengan gula darah tinggi, termasuk pra-diabetes
  • Memiliki kadar kreatinin ginjal yang tinggi
  • Mempunyai sejumlah kecil protein albumin di dalam urin

Sekarang, Teman Mata sudah tahu kan, kalau bukan cuma orang dengan tekanan darah tinggi saja yang berisiko terkena retinopati hipertensi? Mulai sekarang, kamu harus menjaga kesehatan tubuh agar mata tetap sehat dan penglihatan jernih.

Eyebost Menjaga Kesehatan Mata dari Dalam

Untuk menjaga kesehatan mata, kamu bisa melakukan beberapa cara, termasuk rutin mengonsumsi nutrisi yang baik untuk mata. Beberapa nutrisi yang dibutuhkan mata adalah vitamin (A, C, E), lutein, zeaxanthin, omega-3, dan zinc.

Berbagai nutrisi ini bisa kamu temukan dalam vitamin mata Eyebost! Suplemen ini terbuat dari bahan alami yang mengandung vitamin (A, C, E), lutein, dan zeaxanthin, zat gizi yang dibutuhkan untuk memelihara kesehatan mata.

Saat ini, Eyebost tersedia dalam tiga produk yang bisa dikonsumsi setiap hari yaitu Eyebost Essential (Eyebost madu), Eyebost Essential Pro (Eyebost kapsul), dan Eyebost Nutrisight.

Ketiga produk ini sudah memiliki izin edar dari BPOM sehingga 100% aman untuk dikonsumsi. Jadi, vitamin ini bisa membantu menjaga kesehatan mata dari dalam dan mencegah penyakit mata yang berkaitan dengan usia.

Buat mata yang lebih sehat, yuk rutin konsumsi Eyebost setiap hari!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Assistant Avatar
CS Anggie
Online
Halo! 👋 Aku Mibost. Ada yang bisa saya bantu tentang vitamin mata Eyebost?

Silakan isi data diri untuk memulai konsultasi dengan AI Chatbot kami:

Scroll to Top