Kesehatan

Mengenal Keratitis Jamur, Penyebab Kebutaan Nomor Dua di Indonesia

/

by Shaffi Kareem


Bumi ini bagaikan lukisan Tuhan yang luar biasa indah. Terbentang pemandangan alam berupa gunung, laut, dan sungai yang amat memanjakan mata dan semua itu dapat kita nikmati keindahannya berkat bantuan mata. Kendati demikian, mata seringkali muncul gangguan yang dapat mengganggu penglihatan.

Salah satu gangguan mata adalah keratitis jamur. Apa itu keratitis jamur? So, keratitis jamur adalah suatu kondisi dimana mata mengalami infeksi akibat jamur.

Infeksi ini terjadi pada bagian kornea mata yang mengakibatkan kornea menjadi keruh, sehingga terjadinya keratitis jamur dapat mempengaruhi penglihatan.

Ganggua mata yang satu ini membutuhkan penanganan khusus karena dapat berakibat fatal apabila ditangani dengan cara yang salah.

Ingin mengetahui keratitis jamur lebih detail beserta gejala, penyebab, dan cara pengobatannya? Simak ulasan di bawah ini ya!

Apa Itu Keratitis Jamur?

Mata sangat rentan terhadap berbagai jenis gangguan mata, misalnya keratitis. Adapun beberapa jenis keratitis yang menyerang kornea mata, dan salah satunya adalah keratitis jamur.

Jadi, keratitis jamur adalah suatu peradangan atau inflamasi yang terjadi pada kornea mata akibat infeksi bakteri.

Dalam sebuah studi berjudul Injeksi Intrakamera Fluconazole pada Ulkus Kornea Jamur disebutkan bahwa keratitis jamur pertama kali digambarkan secara detail pada abad ke-19, tepatnya pada tahun 1879 oleh Leber.

Selain itu, dikatakan juga bahwa keratitis akiibat jamur banyak terjadi pada daerah tropis.

Tidak boleh disepelekan! Perlu diketahui bahwa keratitis jamur adalah penyebab kebutaan utama nomor dua setelah katarak di Indonesia.

Hal ini menjadi alasan yang kuat untuk mengantongi pengetahuan tentang keratitis akibat jamur guna menurunkan risiko kehilangan penglihatan bahkan kebutaan.

Gejala Keratitis Jamur

Keratitis jamur merupakan gangguan mata yang ditandai dengan adanya peradangan pada lapisan kornea mata baik bagian lapisan permukaan maupun lapisan kornea bagian dalam. Gangguan mata ini menunjukkan gejala yang umumnya mirip dengan gangguan mata lain.

Bagaimanapun, mengetahui gejala suatu penyakit dapat mengurangi risiko meningkatnya keparahan penyakit tersebut.

Dilansir dari laman Centers for Disease Control and Prevention, ada beberapa gejala keratitis yang wajib kita tahu, antara lain seperti:

  • Penglihatan buram
  • Mata merah
  • Nyeri pada mata
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Produksi air mata berlebih
  • Keluarnya mucus atau kotoran mata
  • Blepharospasm atau gerakan kelopak mata, misalnya mata berkedut

Penyebab Keratitis Jamur

Pada umumnya, keratitis adalah inflamasi yang terjadi pada kornea mata baik pada lapisan atas atau lapisan yang lebih dalam.

Yang membedakan antara jenis keratitis satu dengan yang lainnya adalah penyebab yang memicu terjadinya peradangan kornea.

Sesuai namanya, keratitis jamur disebabkan oleh jamur yang menginfeksi kornea. Dalam sebuah jurnal berjudul Fungal Keratitis disebutkan bahwa beberapa jenis jamur penyebab fungal keratitis adalah Fusarium, Candida, dan Aspergillus.

Biasanya, salah satu bakteri tersebut masuk ke dalam mata dan mulai menyebabkan infeksi kornea. Bagiamanapun, perbedaan jenis bakteri tersebut disebabkan oleh keadaan suatu daerah meliputi suhu, iklim, dan urbanisasi.

Di India, mayoritas kasus keratitis jamur disebabkan oleh bakteri Aspergillus dengan persentase lebih dari 55%.

Berbeda dengan India, dikatakan dalam sebuah studi berjudul Trends in Fungal Keratitis in teh United States bahwa sebanyak 39% fungal keratitis disebabkan oleh bakteri Fusarium, sedangkan 22% kasus yang lain disebabkan oleh Candida.

Sementara itu, di Inggris, sebanyak 57% kasus didominasi oleh Candida dan diikuti oleh Aspergillus dengan persentase sebesar 17%.

Dilihat dari perbedaan bakteri yang mendominasi terjadinya fungal keratitis, maka dapat disimpulkan bahwa lokasi geografis suatu daerah sangat mempengaruhinya.

Mengalami kacamata berembun saat bermasker? Ketahui solusinya yuk!

Faktor Risiko Keratitis Jamur

Fungal keratitis atau yang biasa disebut juga dengan keratitis jamur disebabkan oleh bakteri yang dipengaruhi oleh kondisi geografis suatu daerah.

Selain itu, gangguan mata yang satu ini juga berisiko menjangkit mata seseorang dengan keadaan tertentu atau yang seringkali disebut dengan faktor risiko.

Dalam sebuah studi berjudul Fungal Keratitis disebutkan bahwa jenis bakteri yang menginfeksi kornea pada gangguan mata keratitis diperngaruhi juga oleh faktor risiko seseorang yang di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Pengguna Lensa Kontak

Lensa kontak adalah sebuah benda berbentuk bulat yang di letakkan tepat di depan iris mata serta bersentuhan langsung dengan selaput bernama kornea. Lensa kontak memiliki dua fungsi, yaitu mempercantik mata (estetika) dan atau memperbaiki kelainan refraksi.

Penggunaan lensa kontak harus benar-benar di perhatikan, terutama dari segi kebersihan. Apabila kebersihan lensa kontak tidak dijaga, maka dapat menimbulkan berbagai gangguna mata, misalnya keratitis jamur oleh bakteri Fusarium.

Selain itu, penyakit mata ini dapat terjadi akibat kebiasaan buruk saat menggunakan lensa kontak yaitu menggunakan lensa kontak semalaman serta mencuci lensa kontak menggunakan air keran yang sudah pasti tidak higienis.

2. Mengalami Cedera Kornea

Salah satu faktor risiko keratitis jamur adalah cedera yang terdapat pada kornea mata yang kemudian menjadi tempat masuknya mikroorganisme termasuk jamur. Biasanya, trauma atau cedera ini disebabkan oleh tumbuhan seperti duri tanaman atau ranting pohon.

Mengapa tumbuhan dapat menyebabkan fungal keratitis? Jawabannya adalah karena jamur penyebab keratitis banyak ditemukan pada tumbuhan, sehingga pada saat terjadi trauma, bakteri tersebut masuk ke dalam lapisan kornea dan menyebabkan inflamasi.

3. Bekerja di Area Pertanian dan Perkebunan

Jamur penyebab keratitis didominasi oleh jamur yang berasal dari tumbuhan. Oleh karenanya, orang-orang yang bekerja di luar ruangan, terutama di area perkebunan dan pertanian berisiko lebih besar terkena keratitis jamur.

Di samping itu, paparan sinar ultraviolet (UV) dapat mengakibatkan terjadinya mata kering, yang mana mata kering akan memicu terjadinya iritasi atau inflamasi pada kornea mata. Oleh karenanya, para pekerja disarankan untuk menggunakan pelindung mata saat beraktivitas di luar ruangan.

4. Pengguna Krim Steroid Topikal

Pengguna krim steroid topikal menjadi salah satu faktor risiko keratitis oleh jamur. Apa itu steroid topikal? Jadi, steroid topikal adalah obat yang digunakan untuk mengobati peradangan atau inflamasi, misalnya tetes mata kortikosteroid.

Dalam sebuah studi berjudul Fungal Keratitis in the United Kingdom 2003-2005 disebutkan bahwa jamur bernama Candida erat kaitannya dengan penyakit pada permukaan mata dan penggunaan steroid topikal.

5. Pernah Melakukan Operasi LASIK

Kelainan refraksi dapat disembuhkan melalui tindak bedah operasi bernama Laser In-Situ Keratomileusis (LASIK). Operasi ini dilakukan dengan membuat sayatan pada permukaan mata, kemudian sinar laser akan ditembakkan ke dalam mata untuk memperbaiki kelainan refraksi.

Kendati demikian, pasien LASIK harus memperhatikan kebesihan mata pasca operasi (post-op) dengan serius sebab lingkungan dan area mata yang tidak higienis dapat mneyebabkan peradangan mata, misalnya keratitis jamur.

Dalam sebuah studi berjudul Infectious and noninfectious Keratitis After Laser in Situ Keratomileusis Occurence, Management, and Visual Outcomes disebutkan bahwa jamur bernama Candida, Aspergillus, Aternaria, dan Fusarium berisiko menginfeksi mata setelah LASIK akibat ruangan operasi dan kehigienisan pasca operasi yang buruk.

6. Tinggal di Negara Tropis

Kondisi geografis suatu daerah erat kaitannya dengan terjadinya fungal keratitis. Jenis keratitis oleh bakteri ini lebih banyak ditemukan pada daerah yang memiliki iklim hangat daripada iklim dingi, seperti daerah tropis.

Daerah tropis memiliki suhu yang hangat dan lebih lembab dimana area ini merupakan habitat jamur yang memungkinkan mereka untuk berkembang.

Adapun negara-negara beriklim hangat seperti Indonesia, Amerika bagian selatan (Florida), India, dan sebagainya.

Cara Mengatasi Keratitis Jamur

Fungal keratitis atau keratitis jamur merupakan gangguan mata yang tergolong serius sehingga harus segera ditangani. Keratitis akibat jamur yang tidak diobati dengan serius akan menyebabkan terjadinya ulkus atau luka terbuka yang dapat merusak kornea.

Sebelum mengatasi keratitis, dokter mata atau oftalmologis akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk make sure bahwa keratitis disebabkan oleh jamur atau mikroorganisme lain. Apabila diagnosis menunjukkan bahwa terjadi keratitis akibat jamur pada kornea, maka dokter akan melakukan tindakan seperti:

1. Pemberian Obat-Obatan

Cara mengatasi keratitis akibat jamur yang biasanya pertama kali dilakukan oleh dokter adalah memberikan obat-obatan. Cara ini dilakukan dengan cara memberikan tetes mata dan obat oral. Bagiamanapun, terdapat beberapa jenis obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi keratitis akibat jamur, antara lain seperti:

  • Topical natamycin 5%
  • Amphotericin B 0,15 – 0,3 %
  • Voriconazole 1%
  • Econazole 1%
  • Itraconazole 1%
  • Miconazole 1%

2. Tindak Bedah Operasi

Apabila pemberian obat-obatan tidak dapat menyembuhkan keratitis akibat jamur, maka tindak bedah operasi akan dilakukan.

Dilansir dari American Academy of Ophthalmology disebutkan bahwa operasi transplantasi kornea mungkin perlu dilakukan untuk menyembuhkan gangguan mata ini.

Akan tetapi, pada sebagian kasus, tindak bedah operasi tidak dapat sepenuhnya mengembalikan fungsi penglihatan. Operasi hanya bertujuan untuk menyembuhkan gangguan mata keratitis oleh jamur saja.

Cara Mencegah Keratitis Jamur

Tidak disangka, ya, bahwa mikroorganisme sekecil jamur dapat menyebabkan penyakit mata serius seperti keratitis.

Bahkan, pada tingkat keparahan tinggi, keratitis akibat jamur dapat menyebabkan hilangnya penglihatan atau kebutaan.

Oleh karenanya, penting bagi kita untuk selalu memperhatikan kesehatan mata dengan cara sebagai berikut:

  • Hindari pemakaian lensa kontak semalaman, misalnya untuk tidur
  • Pastikan lensa kontak selalu higienis
  • Jangan mencuci lensa kontak denga air keran
  • Cuci tangan sebelum menyentuh area mata
  • Gunakan pelindung mata saat beraktivitas di luar ruangan terutama aktivitas yang berhubungan dengan tanaman

Di samping itu, pencegahan keratitis akibat jamur juga dapat dilakukan dari dalam dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin A, C, omega-3, serta senyawa lutein.

Selain berasal dari makanan yang masuk ke dalam tubuh, kandungan tersebut dapat juga diperoleh dari vitamin mata yang kita konsumsi.

Salah satu vitamin mata yang baik untuk melindungi mata adalah Eyebost. Mengandung ektrak wortel, bilberry, bunga marigold, serta flavour blueberry, membuat Eyebost menjadi pilihan yang tepat untuk mencegah penyakit mata seperti keratitis akibat jamut. Ingat mata, ingat Eyebost!


Share on:

ISFJ type of human.

Tinggalkan komentar

logo eyebost

Eyebost adalah vitamin mata alami yang diracik menggunakan bahan pilihan terbaik, eyebost membuat mata jadi jernih.

Kontak Kami

eyebostofficial@gmail.com

+6281327850411

Jl. Raya Mayjen Sungkono No.KM 5, Dusun 1, Blater, Kec. Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah 53371

Jam Pelayanan

Senin – Jum'at: 08.00 am – 16.00 pm

Sabtu: 08.00 am – 14.00 pm

Minggu: Slow Respon

Yuk pesan eyebost sekarang di eyebost.id agar mata makin sehat dan jernih
//
CS Kamel
Online
|
//
Konsultasi