Saat ini, baik tua maupun muda, banyak banget orang yang terkena penyakit mata. Biasanya, penyakit mata terjadi karena faktor usia, genetik, ada penyakit lain, atau karena kebiasaan yang nggak sehat.
Semakin banyaknya orang yang terkena penyakit mata pasti bikin Teman Mata semakin aware dengan kesehatan mata. Apalagi, jangan sampai kita terkena penyakit mata yang tidak bisa disembuhkan secara medis.
Di artikel ini, MiBost bakal bahas beberapa jenis penyakit mata yang nggak bisa disembuhkan lewat prosedur medis. Yuk disimak baik-baik, ya!
Jenis penyakit mata yang tidak bisa disembuhkan

Mulai sekarang, Teman Mata harus waspada dengan beberapa jenis penyakit mata yang tidak bisa disembuhkan berikut ini:
1. Glaukoma
Glaukoma merupakan sekelompok penyakit yang bisa merusak saraf optik. Bahkan kalau terlambat ditangani, penyakit ini bisa menghilangkan penglihatan dan menyebabkan kebutaan, lho!
Kondisi ini dapat terjadi saat tekanan cairan normal yang ada di dalam mata meningkat secara perlahan. Tetapi, penelitian terbaru menemukan kalau glaukoma juga bisa terjadi di tekanan mata dalam keadaan normal.
Secara umum, penyakit ini punya dua jenis, yaitu glaukoma sudut terbuka dan sudut tertutup. Biasanya, orang dengan glaukoma sudut terbuka nggak sadar ada gangguan penglihatan, berkembang perlahan, dan terjadi dalam waktu yang lama.
Sementara itu, glaukoma sudut tertutup terjadi ketika sudut antara iris dan kornea mata menjadi tertutup. Kondisi ini menyebabkan tekanan intraokular meningkat dan membutuhkan pertolongan medis segera.
Meskipun sering tidak disadari, beberapa orang dengan glaukoma akan mengalami beberapa gejala, seperti kesulitan membaca rambu jalan, kesulitan melihat tangga saat turun tangga, dan beberapa huruf hilang dalam kata yang dibaca. Kalau sudah akut, mata akan kemerahan, kehilangan penglihatan, hingga mual dan muntah.
2. Retinopati Diabetik
Retinopati diabetik merupakan komplikasi diabetes yang disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah pada jaringan peka cahaya di bagian retina. Penderita diabetes tipe 1 maupun tipe 2 sama-sama memiliki potensi yang besar terkena penyakit ini.
Mirip seperti glaukoma, pasien retinopati diabetik banyak yang nggak menyadari atau hanya ada sedikit masalah penglihatan. Biasanya gejala yang timbul seperti adanya bintik yang mengambang di penglihatan (floaters), penglihatan kabur, bahkan bisa menyebabkan kebutaan.
Jika sudah terlanjur parah, pembuluh darah akan membentuk jaringan parut atau tekanan di dalam mata menjadi sangat tinggi. Kondisi ini bahkan dapat memisahkan retina dari belakang mata dan berisiko tinggi mengalami kebutaan.
3. Retinitis Pigmentosa
Retinitis pigmentosa sebenarnya merupakan istilah untuk kelompok penyakit mata bawaan yang memengaruhi retina. Orang yang mengalami penyakit ini akan menimbulkan beberapa gejala, seperti rabun senja, penyempitan lapang pandang, dan merasa silau atau melihat kedipan cahaya (photophobia).
Penyakit ini sebenarnya merupakan kondisi langka yang hanya terjadi pada 1 dari 3.000-8.000 orang yang ada di seluruh dunia. Kemungkinan besar penyakit ini terjadi karena adanya perubahan pada genetik tertentu, seperti sindrom Usher.
Sayangnya hingga sekarang belum ada obat yang dapat mengobati retinitis pigmentosa. Meskipun begitu, ada alat bantu penglihatan rendah dan program rehabilitasi untuk pasien retinitis pigmentosa.
Tips Agar Terhindar dari Penyakit Mata

Sebelum terlambat, Teman Mata bisa mencegah penyakit mata yang tidak bisa disembuhkan sedini mungkin. Sekarang, MiBost bakal share soal tips agar terhindar dari penyakit mata.
1. Konsumsi Makanan yang Bagus untuk Mata
Di sekitar kita, ada berbagai jenis sayuran, buah, dan protein yang mengandung zat gizi baik untuk mata. Menurut penelitian dari National Eye Institute (NEI), ada berbagai bahan yang memang terbukti secara sains mampu melindungi mata dari gangguan penglihatan.
Teman Mata coba konsumsi makanan yang mengandung vitamin A, C, E, lutein, zeaxanthin, dan seng (zinc). Vitamin A bisa ditemukan di protein hewani dan sayuran hijau, seperti hati, kuning telur, susu, kangkung, wortel, dan bayam.
Untuk vitamin C, buah-buahan dengan rasa asam seperti jeruk, jambu biji, stroberi, dan lemon akan melindungi mata dari radikal bebas. Sementara itu, vitamin E mampu mencegah degenerasi retina dan bisa didapatkan dalam biji bunga matahari, alpukat, plus almond.
Kalau ingin karotenoid berupa lutein dan zeaxanthin, Teman Mata bisa makan bayam, selada, kangkung, dan kacang hijau. Mineral zinc yang bisa ditemui di tiram, lobster, maupun daging sapi ini membantu vitamin A melindungi mata untuk melindungi mata.
2. Rutin Minum Suplemen Mata
Kalau Teman Mata merasa konsumsi makanan sehari-hari kurang cukup untuk menjaga kesehatan mata, coba rutin minum suplemen mata. Tapi, jangan sembarangan memilih vitamin yang dijual bebas, ya.
Kita disarankan untuk mengonsumsi vitamin mata dengan kandungan yang memang terbukti secara medis, yaitu vitamin A, C, E, lutein, zeaxanthin, dan zinc. Nah kabar baiknya, berbagai vitamin ini bisa ditemukan dalam produk Eyebost, lho!
Baik Eyebost Essential maupun Eyebost Essential Pro dua-duanya merupakan multivitamin mata yang terbuat dari bahan alami berkualitas tinggi. Sumber vitamin tersebut didapatkan dari ekstrak buah bilberry (antosianin dan polifenol), marigold (lutein), wortel (vitamin A, C, E, dan zeaxanthin) serta madu hutan asli.
3. Olahraga secara Konsisten dan Rutin
Siapa sangka kalau ternyata olahraga secara nggak langsung berhubungan dengan kesehatan mata. Berolahraga akan meningkatkan jumlah darah dan nutrisi ke seluruh tubuh, termasuk mata.
Rutin olahraga dalam jangka panjang dapat mempercepat penyembuhan jaringan, mengurangi stres oksidatif, dan menjaga berat badan agar tetap seimbang. Seseorang yang terkena obesitas berisiko terkena diabetes tipe 2 yang komplikasinya bisa menyebabkan katarak, degenerasi makula, dan glaukoma.
Makanya, Teman Mata disarankan untuk berolahraga selama 150 menit setiap minggunya. Nggak perlu satu kali seminggu langsung durasinya lama, kok! Kalau terasa masih berat untuk mulai olahraga, coba untuk olahraga setiap hari selama 30 menit, ya.
4. Berhenti Merokok
Tembakau yang jadi bahan baku rokok bisa meningkatkan risiko penyakit mata yang berkaitan dengan usia, seperti katarak, kerusakan saraf optik, sampai degenerasi makula. Jadi mulai sekarang cobalah untuk mengurangi hingga berhenti merokok demi menjaga kesehatan mata dan tubuh.
5. Pakai Kacamata Hitam
Memakai kacamata hitam saat aktivitas di luar ruangan bukan cuma agar mata nggak silau atau biar kelihatan modis aja. Benda ini akan membantu melindungi mata dari sinar ultraviolet (UV) yang berbahaya.
Terlalu banyak sinar matahari yang kena ke mata bisa meningkatkan risiko degenerasi makula dan katarak. Karena itulah Teman Mata disarankan untuk tetap menggunakan kacamata hitam meskipun cuaca sedang mendung.
Pilihlah kacamata yang bisa memblokir 100% sinar UV-A dan UV-B dan menawarkan perlindungan UV400. Kalau sedang memakai lensa kontak, Teman Mata masih disarankan untuk memakai kacamata hitam meskipun lensa yang dipakai punya perlindungan UV bawaan.
6. Istirahatkan mata dan lindungi dari cahaya biru
Teman Mata sudah tahu kalau Indonesia jadi negara dengan screen time tertinggi di dunia dengan rata-rata 5,7 jam per hari? Padahal, melihat gadget terlalu lama nggak baik untuk mata karena mata jadi lebih tegang dan.
Biar mata enggak cepat tegang, cobalah aturan 20-20-20. Setiap 20 menit, alihkan pandangan sekitar 20 kaki (6,1 meter) ke depan selama 20 detik. Selain itu, melihat gadget terlalu lama juga bisa bikin mata jadi kering, sakit kepala, nyeri leher, sampai penglihatan kabur.
Buat Teman Mata yang sehari-hari harus bekerja di depan layar laptop maupun smartphone, disarankan buat memakai kacamata dengan blue light filter. Selain itu, lebih sering berkedip dan menggunakan tetes mata juga bisa membantu biar mata nggak makin kering.


