Kesehatan

Kenali 3 Tanda Self Sabotaging, Salah Satunya Sering Menunda Pekerjaan!

/

by Shaffi Kareem


Kamu pernah denger tentang self-harm belum?

Self-harm sebetulnya adalah gangguan psikologis yang membuat seseorang melukai ataupun menyakiti diri sendiri. Mereka merusak tubuh dengan cara menyayat menggunakan benda tajam seperti pisau, silet, dan sejenisnya. 

Tindakan ini tentu sangat merugikan. Namun, tahu nggak sih kalau perbuatan merusak diri sendiri bukan melulu soal self-harm? Ada juga nih istilah lain yang disebut dengan self sabotaging.

Istilah ini memang belum dikenal oleh orang awam seperti kita nih, teman mata. Tapi, nggak ada salahnya dong kalau kita mengulas sedikit tentang apa itu self sabotaging, mulai dari pengertian, tanda, penyebab, dan sebagainya.

So, kalau orang terdekat kita atau bahkan kita sendiri mengalaminya, kita tahu tindakan seperti apa sih yang harus dilakukan supaya tidak menimbulkan dampak yang jauh lebih parah. Let’s start our discussion!

Self Sabotaging Itu Apa Sih?

apa itu self sabotaging

Pernah nggak sih kamu cemas karena takut nggak bisa mencapai tujuanmu?

Eitss tenang! Pasti semua orang pernah mengalaminya, kok. Tapi, jangan sampai perasaan itu justru membuat kamu malas melakukan sesuatu yang akan menghalangimu untuk mencapai tujuanmu, ya. Kondisi ini disebut dengan self sabotaging.

Self sabotaging atau sabotase diri berbeda dengan tidak percaya diri. Kalau kamu tidak percaya diri, kamu akan tetap bergerak maju meskipun membutuhkan support lebih. Akan tetapi, self sabotaging membuatmu enggan melakukan sesuatu sama sekali.

Bahkan lebih parahnya lagi, sikap seperti ini nantinya akan mengganggu karir dan hubunganmu dengan keluarga, pasangan, teman, dan lainnya.

Seringkali, orang yang mengalami sabotase diri tidak menyadari kondisi ini. Jadi, ini pe-er buat kita supaya kita bisa lebih aware lagi sama diri kita sendiri dan orang di sekitar kita.

Tanda Self Sabotaging

tanda self sabotaging

Kita harus segera cut off kebiasaan yang mengacu pada self sabotaging karena sikap seperti ini hanya akan menghancurkan masa depanmu. Tapi, gimana bisa kita menghindarinya kalau kita bahkan tidak menyadari kondisi kita sendiri.Tanpa self sabotaging pada setiap orang berbeda-beda nih, teman mata. Kendati demikian, ada beberapa tanda sabotase diri yang mesti kamu tahu, di antaranya adalah:

1. Menunda-nunda pekerjaan

Siapa nih yang suka menunda pekerjaan?

Hati-hati ya, karena ini bisa jadi salah satu tanda kamu mengalami self sabotaging.

Biasanya, orang yang menyabotase diri kerap kali melakukan penundaan pekerjaan meskipun mereka tahu kalau pekerjaan itu harus diselesaikan.

Tidak hanya itu, mereka cenderung terlambat bekerja, tidak menyelesaikan project, atau bahkan memimpikan sesuatu tapi tidak mau bergerak sama sekali.

2. Berhenti di ‘tengah jalan’

Di saat kamu sedang dalam proses menjemput tujuan atau mimpimu, kamu berhenti di tengah jalan tanpa alasan yang jelas. Padahal, kamu tahu kalau kamu mampu untuk mencapainya dari segi keterampilan maupun pengetahuan.

Misalnya, saat mengerjakan skripsi atau tesis. Di tengah jalan, kamu ‘mandek’ dan merasa malas untuk melanjutkan menulis dan melakukan penelitian meskipun kamu tahu kalau kamu harus menyelesaikannya agar lekas lulus.

3. Berpikiran negatif

Self sabotaging seringkali ditandai oleh pikiran-pikiran negatif yang berasal dari diri kita sendiri.

Seharusnya, saat akan melakukan sesuatu, kita katakan ke diri sendiri kalau kita bisa melakukannya dan jangan takut gagal. Akan tetapi, self sabotaging membuat diri kita seolah-olah berbisik “Jangan lakukan, kamu pasti gagal!”

Jadi, kenali dirimu lebih jauh ya. Jangan sampai kamu bahkan tidak menyadari kondisimu sendiri dan mengabaikannya sebab beberapa di antara kita mungkin sangat rentan mengalaminya.

Bagaimana Self Sabotaging Merusak Diri?

bagaimana self sabotaging merusak diri

Setiap dari kita mungkin pernah mengalami salah satu atau beberapa tanda self sabotaging sekaligus. Sebenarnya, hal ini adalah hal yang wajar dialami oleh semua orang, tapi jangan sampai perasaan ini menguasai dan merusak dirimu sendiri.

Sejatinya, sabotase diri akan membuat kamu gagal dalam beberapa hal, seperti:

1. Kebiasaan buruk menghalangi potensi

As we discussed before, sabotase diri ditandai dengan sikap prokrastinasi atau menunda-nunda pekerjaan. Kamu tahu harus menyelesaikannya, tapi kamu enggak melakukan.

Sikap seperti ini akan menghalangi kamu dalam menggali potensi diri yang akan membawamu kepada kesuksesan. Seperti pada sebuah ungkapan, “mimpi hanya akan menjadi mimpi karena itu tidak terjadi”.

2. Merusak reputasi

Reputasi atau citra adalah tentang apa yang orang lain pikirkan tentang diri kita. Dalam kasus sabotase diri, reputasi mu terancam rusak di mata kolega, atasan, dan lainnya.

Bagaimana tidak?

Setiap diberikan project oleh atasan, kamu tidak berhasil menyelesaikannya. Pun, kalau berdiskusi dengan kolega, kamu tidak mampu menyampaikan pendapat karena berpikir opinimu tidak akan diterima.

3. Sulit mengontrol diri saat marah

Akan timbul rasa bersalah dan frustasi di hati orang yang mengalami self sabotaging akibat tidak mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Hal ini akan semakin memperburuk hubungan terutama antar kolega di kantor.

Bisa dikatakan kalau hubungan ini dikategorikan sebagai toxic relationship.

Cara Mengatasi Self Sabotaging

cara mengatasi self sabotaging

Saat kamu menyadari kalau kamu mengalami self sabotaging, kamu harus langsung mengambil tindakan agar tidak berlarut-larut di dalamnya.

Bukan tanpa sebab, kondisi ini akan menghalangi kamu untuk semakin maju dan mencapai tujuanmu. Namun, tindakan seperti apa sih yang harus kita ambil?

1. Sadari tindakan self sabotaging pada dirimu

First and foremost, kenali tanda-tanda sabotase diri yang ada pada dirimu. Lalu, back on track dan fokus pada tujuanmu ke depan.

Dalam proses itu, kamu harus memahami dengan betul penyebab kegagalanmu, seperti apakah kamu kekurangan motivasi atau masalah lainnya. Jangan lupa bicarakan dengan orang di sekitarmu, ya.

2. Pahami perasaan yang memicu self sabotaging

Langkah selanjutnya adalah memahami perasaan yang mengarah pada perilaku sabotase diri.

Kebanyakan kasus ini berkaitan dengan perasaan seperti marah, cemas, dan merasa tidak berguna, misalnya saat atasanmu memarahimu karena pekerjaan sehingga kamu merasa marah dan tidak berguna.

Faktanya, atasanmu merujuk pada hal lain tetapi perasaanmu menangkap hal yang berbeda. Oleh sebab itu, pahami emosimu dengan baik dan cobalah untuk mengontrolnya sebaik mungkin.

3. Kenali pemikiran yang menyebabkan emosi tersebut muncul

Salah satu tanda self sabotaging adalah kamu sering berpikiran negatif. Maka, kamu harus mengenali dan menemukan pemikiran yang membuatmu tidak percaya diri, dan lain sebagainya.Cobalah untuk menggantinya dengan kalimat-kalimat positif dan break your limit!

4. Ubahlah kebiasaan, pemikiran, dan emosi

Pada tahap ini, cobalah untuk mengubah kebiasaan, pemikiran, dan emosimu. Pertama, jangan menunda pekerjaan supaya reputasi di kantor atau di sekolah pun tidak buruk.

Kedua, pikiran negatif seperti “aku tidak mampu melakukan” harus dibuang jauh-jauh. Yakinlah kalau kita pasti bisa melakukannya entah sesulit apapun itu.

Ketiga, kendalikan emosi. Cobalah untuk tidak terbawa perasaan, baik dari  ucapan atau tindakan orang lain. Percayalah, kamu akan menyesal setelah meluapkan emosi yang berlebihan.

5. Kembangkan perilaku pendukung

Penting sekali untuk mengembangkan perilaku pendukung yang akan terus membuatmu maju dan bergerak meraih tujuanmu.

Kalaupun pada akhirnya kamu tidak mampu menyelesaikan project sesuai deadline, setidaknya kamu mendapatkan skill dan ilmu baru selama prosesnya.

Hasil memang penting, tapi proses jauh lebih penting dan bermakna. Jadi, kamu gak akan berpikiran negatif lagi, deh!

Waaaah, pembahasan self sabotaging ternyata sekompleks ini, ya. Kita jadi semakin menyadari nih kalau diri kita mungkin saja mengalami sabotase diri, namun kita tidak menyadarinya.

Yuk, mulai cintai diri kita dengan menjaga kesehatan psikis dan fisik kita. Pertanyaannya, untuk menjaga kesehatan fisik, kita harus melakukan apa sih?

Kamu bisa memulainya dari tidur cukup, penuhi asupan cairan, berolahraga secara rutin, dan tak lupa mengonsumsi makanan bergizi tinggi. Kalau kamu khawatir asupan nutrisi tidak terpenuhi, kamu bisa juga kok menambahnya dengan vitamin atau suplemen seperti Eyebost.

Eh, Eyebost itu apa sih?

Eyebost adalah salah satu vitamin mata yang direkomendasikan untuk mata tajam, fokus, jernih, dan sehat yang mengandung ekstrak wortel, bilberry, bunga marigold, dan madu asli. Dalam sebotol Eyebost, terkandung vitamin A, C, E, senyawa lutein, dan antioksidan.

Eyebost sangat bagus dikonsumsi untuk anak-anak, remaja, atau para pekerja yang selalu menatap layar gadget setiap hari, karena mengandung bahan-bahan alami tanpa pengawet buatan.

Dengan mengonsumsi Eyebost, itu artinya kamu mencintai diri kamu sendiri, lho. Yuk, cintai matamu dengan minum Eyebost setiap hari! Ingat mata, ingat Eyebost!


Share on:

ISFJ type of human.

Tinggalkan komentar

logo eyebost

Eyebost adalah vitamin mata alami yang diracik menggunakan bahan pilihan terbaik, eyebost membuat mata jadi jernih.

Kontak Kami

eyebostofficial@gmail.com

+6281327850411

Jl. Raya Mayjen Sungkono No.KM 5, Dusun 1, Blater, Kec. Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah 53371

Jam Pelayanan

Senin – Jum'at: 08.00 am – 16.00 pm

Sabtu: 08.00 am – 14.00 pm

Minggu: Slow Respon

Yuk pesan eyebost sekarang di eyebost.id agar mata makin sehat dan jernih
//
CS Kamel
Online
|
//
Konsultasi